Iklan

Forum Perangkat Daerah 2026, Pemkot Cimahi Matangkan Strategi Literasi dan Kearsipan untuk Pembangunan Jangka Panjang

Posting Komentar
Forum Perangkat Daerah 2026, Pemkot Cimahi Matangkan Strategi Literasi dan Kearsipan untuk Pembangunan Jangka Panjang


SURAT KABAR, CIMAHI – Penguatan literasi dan tata kelola kearsipan menjadi isu penting yang disoroti Pemerintah Kota Cimahi dalam Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi. Forum ini berlangsung di Aula Gedung B Pemerintah Kota Cimahi, Selasa (10/2/2026), sebagai bagian dari upaya mematangkan arah kebijakan dan rencana kerja perangkat daerah ke depan.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa forum tersebut memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas perencanaan pembangunan daerah. 

Ia menekankan bahwa Forum Perangkat Daerah tidak boleh dimaknai sebagai agenda tahunan yang bersifat administratif semata, melainkan harus menjadi ruang untuk menyusun rencana kerja yang menjawab tantangan pembangunan jangka panjang.

“Forum ini bukan hanya formalitas perencanaan, tetapi harus menjadi ruang lahirnya konstruksi berpikir dan rencana aksi yang berkualitas untuk pembangunan Kota Cimahi ke depan,” ujar Adhitia.

Menurut Adhitia, perencanaan yang disusun oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah harus mampu menjawab kebutuhan strategis daerah, khususnya dalam penguatan literasi masyarakat, pengelolaan arsip pemerintahan, serta pembangunan karakter warga Kota Cimahi. 

Ia menilai, kualitas pembangunan di masa depan sangat ditentukan oleh seberapa matang dan terarah perencanaan yang disusun saat ini.

Ia juga menyoroti peran penting perpustakaan dan kearsipan dalam menjaga identitas kebangsaan serta kekayaan budaya. 

Adhitia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sejarah literasi yang panjang dan kekayaan budaya yang besar, tercermin dari keberagaman bahasa, tradisi, dan seni di berbagai daerah.

“Kita patut bangga lahir di negeri yang kaya literasi dan kebudayaan. Kota Cimahi sendiri merupakan miniatur NKRI yang lahir dari toleransi dan keberagaman,” katanya.

Lebih lanjut, Adhitia mengungkapkan bahwa Kota Cimahi dihuni oleh lebih dari 23 etnis yang hidup berdampingan, serta memiliki keragaman agama yang mencerminkan tingkat toleransi sosial yang tinggi. 

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi pembangunan kota, sekaligus mempertegas urgensi pengelolaan arsip dan pengembangan literasi sebagai fondasi pembangunan peradaban.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi, Tedi Sukmana Harun, memaparkan arah pembangunan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi untuk periode 2026–2027. 

Ia menjelaskan bahwa berbagai program strategis telah disiapkan untuk mendukung peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik.

Pada Bidang Kearsipan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi akan memfokuskan kegiatan pada penguatan pengawasan kearsipan, pengoptimalan pemanfaatan aplikasi Srikandi sebagai sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi, serta tindak lanjut pembangunan depot arsip. Langkah tersebut ditujukan untuk menjamin pengelolaan arsip yang tertib, aman, dan berkelanjutan.

Adapun pada Bidang Perpustakaan, peningkatan layanan kepada masyarakat menjadi perhatian utama. 

Upaya tersebut akan dilakukan melalui pengembangan kualitas dan jangkauan layanan perpustakaan, termasuk penambahan fasilitas membaca berupa titik-titik baca di berbagai lokasi. 

Program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi di Kota Cimahi.

Melalui Forum Perangkat Daerah 2026 ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap perencanaan di sektor literasi dan kearsipan dapat berjalan lebih terarah dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta tata kelola pemerintahan di masa mendatang. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar