SURAT KABAR, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi menggelar Forum Perangkat Daerah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi Tahun 2026 di Command Center Pemkot Cimahi, Selasa (10/226). Forum ini menjadi agenda strategis untuk merumuskan arah pembangunan digital Kota Cimahi, khususnya dalam penguatan smart city serta sistem distribusi informasi publik yang inklusif dan bebas sekat.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa pembangunan Kota Cimahi ke depan harus bertumpu pada keterbukaan informasi dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menilai, konsep "Cimahi Mantap" tidak boleh dibangun dengan pola komunikasi yang terfragmentasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Cimahi Mantap itu harus tanpa sekat. Infrastruktur digital kita sudah sangat baik, bank data juga sudah kuat. Sekarang PR besarnya adalah bagaimana mendistribusikan informasi kepada masyarakat tanpa batas,” tegas Adhitia.
Adhitia mengapresiasi kinerja Diskominfo Kota Cimahi yang dinilai sukses membangun fondasi infrastruktur digital. Salah satunya melalui integrasi 144 aplikasi layanan pemerintahan ke dalam sistem single sign-on pada aplikasi Lapakami dan Poladkami.
Selain itu, kehadiran kanal komunikasi publik seperti layanan 112 dan WA Mantap dinilai efektif membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan warga.
Meski begitu, Adhitia menekankan bahwa kekuatan infrastruktur digital tidak akan berdampak maksimal tanpa sistem distribusi informasi yang efektif dan masif.
Menurutnya, informasi terkait program, kebijakan, serta kinerja pemerintah harus benar-benar sampai ke masyarakat secara luas, akurat, dan berkelanjutan.
“Apa yang sudah dilakukan oleh Wali Kota dan pemerintah kota harus sampai ke masyarakat, sambil kita memerangi musuh bersama di era digital, yaitu hoaks,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanggulangan hoaks hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, stakeholder, media, dan masyarakat. Kuncinya adalah mendistribusikan informasi yang positif, berbasis data, dan faktual.
Karena itu, Adhitia menaruh harapan agar perencanaan Diskominfo tahun 2027 difokuskan pada penguatan sistem distribusi informasi publik.
Dengan luas wilayah sekitar 42 kilometer persegi, terdiri dari tiga kecamatan dan 15 kelurahan, Kota Cimahi dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi laboratorium smart city di tingkat nasional.
Adhitia juga mendorong penguatan peran Command Center sebagai pusat koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan lintas sektor.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh mengungkapkan bahwa Diskominfo telah menetapkan lima isu strategis periode 2025–2029.
“Isu strategis Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi periode 2025–2029 mencakup lima fokus utama, yaitu optimalisasi implementasi SPBE, penguatan keterbukaan informasi publik melalui peningkatan kualitas, akurasi, dan transparansi informasi publik, serta optimalisasi penyelenggaraan keamanan persandian untuk keamanan informasi,” ujar Ahmad.
"Selain itu, Diskominfo juga memfokuskan pada penguatan layanan statistik sektoral yang akurat dan dapat diandalkan sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan partisipatif,” tambahnya.
Dalam laporan penyelenggara, Sekretaris Diskominfo Kota Cimahi, Cepi Rustiawan, menjelaskan bahwa Forum Perangkat Daerah Diskominfo Tahun 2026 menjadi wadah strategis untuk menyinkronkan pelaksanaan urusan pemerintahan daerah, khususnya dalam perumusan program, kegiatan, dan sub kegiatan sesuai tugas dan fungsi perangkat daerah dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
"Forum ini menjadi ruang sinkronisasi dan kolaborasi untuk merumuskan program dan kegiatan Diskominfo secara partisipatif, sehingga diperoleh masukan, saran, dan pertimbangan dari seluruh stakeholder,” ujarnya.
Ia menambahkan, manfaat utama forum ini adalah terbangunnya semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan bidang komunikasi dan informatika, persandian, serta statistik di Kota Cimahi.
Forum Perangkat Daerah Diskominfo Kota Cimahi Tahun 2026 ini menjadi fondasi awal penyusunan rencana kerja tahun 2027, yang tidak hanya menitikberatkan pada penguatan teknologi dan data.
"Tetapi juga pembangunan ekosistem komunikasi publik yang partisipatif, transparan, dan kolaboratif demi mewujudkan Cimahi sebagai kota cerdas, terbuka, dan terhubung dengan warganya," tandas Cepi.


Posting Komentar
Posting Komentar