Iklan

Penerbit Erlangga Kemas Kompetisi Mahasiswa dalam The Voice Fest at Braga yang Penuh Kreativitas

Posting Komentar
Asisten Managing Director Penerbit Airlangga, Hiko Erlina (Tengah), Adyatama Parekraf tingkat Muda Provinsi Jawa Barat, Melinda Rizki Melinda (Kanan), Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Frans Umbudata (Kiri) saat memberikan keterangan kepada awak media. (SAT)
SURAT KABAR, BANDUNG - PT Erlangga menggelar sebuah agenda kreatif bertajuk The Voice Fest at Braga pada 7–8 Februari 2026. Acara ini mengambil lokasi di Gedung De Majestic, salah satu bangunan ikonik di Kota Bandung. Melalui kegiatan tersebut, Penerbit Erlangga menghadirkan ruang publik yang memadukan bahasa, musik, serta seni pertunjukan dengan sentuhan budaya khas Bandung.

Pemilihan Kota Bandung dinilai sejalan dengan semangat acara yang mempertemukan mahasiswa bertalenta dari berbagai daerah di Pulau Jawa dalam sebuah kompetisi seni dan bahasa. Ajang ini dirancang sebagai wadah ekspresi sekaligus ruang bertemu bagi generasi muda kreatif.

Asisten Managing Director Penerbit Erlangga, Hiko Erlina, menjelaskan bahwa pelaksanaan pada 7–8 Februari merupakan puncak dari rangkaian panjang kegiatan The Voice Fest at Braga. Seleksi peserta sendiri telah dimulai sejak Desember 2025 melalui proses penjaringan secara daring.

“Selama dua hari ini, ini sebenarnya kegiatan puncak begitu ya, rangkaian kegiatan The Voice Fest at Braga. Jadi kegiatan ini sudah dimulai sebenarnya secara online dari mulai Desember untuk penjaringan peserta,” ujar Hiko kepada awak media.

Menurutnya, kompetisi dalam acara ini difokuskan pada tiga kategori utama, yakni choir competition, speech competition berbahasa Inggris, serta speech competition berbahasa Belanda.

“Kita fokus pada choir competition, kemudian speech competition berbahasa Inggris, speech competition untuk berbahasa Belanda,” ujarnya.

Peserta yang terlibat merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa. Hingga tahap ini, tercatat sekitar 31 kampus ikut ambil bagian dengan total peserta mencapai kurang lebih 2.500 orang.

“Dan hari ini yang melaju ke semifinal itu di angka sekitar 550 orang. Gitu, jadi yang kita datangkan, Ibu, ke Bandung ini sekitar 550 orang. Hari ini kami mengadakan semifinal baik untuk ketiga kompetisi tersebut,” imbuhnya.

Hiko menambahkan, babak final akan digelar pada hari kedua. Pada tahap akhir, masing-masing kompetisi akan menyisakan lima finalis untuk speech competition berbahasa Inggris, lima finalis untuk bahasa Belanda, serta sepuluh kelompok choir.

“Dan memang besok secara khusus kita akan ada kegiatan festival seni di sepanjang jalan Braga ini. Jadi akan ada selain di De Majestic gitu ya, akan ada juga di Culture Stage di depan sini. Lalu kemudian ada di The Braga Stage,” kata Hiko.

Tak hanya kompetisi, rangkaian acara juga akan diisi dengan berbagai pertunjukan dan aktivitas kreatif, mulai dari festival musik, musikalisasi puisi, pameran seni, hingga skate performance dan live cooking performance.

“Jadi ya semuanya entertaining memang, tapi juga mendukung pengembangan kreativitas, keterampilan,” ujar Hiko.

Lebih jauh, Hiko menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Penerbit Erlangga dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan sejak masa kuliah, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter melalui kompetisi yang sehat.

“Belajar berkompetisi dengan sehat, pengembangan talenta, dan kreativitas yang semuanya mendukung untuk pengembangan dirinya sendiri maupun juga berdampak bagi tentu bagi bangsa Indonesia ini ke depannya. Karena mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa,” tegas Hiko.

Sementara itu, JF Adyatama Parekraf tingkat muda Provinsi Jawa Barat, Melinda Rizki, mengapresiasi pelaksanaan The Voice Fest yang digelar oleh Penerbit Erlangga. 

Ia menilai kegiatan ini berpotensi menjadi wadah pengembangan talenta generasi muda sekaligus mendorong ekosistem ekonomi kreatif, khususnya di sektor penerbitan, musik, dan seni pertunjukan.

“Ini adalah contoh kegiatan yang sangat baik dan patut diapresiasi, diharapkan The Voice Fest dapat menjadi salah satu platform untuk mempromosikan dan mengembangkan talenta generasi muda, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekonomi kreatif,” kata Melinda.

Ia juga berharap acara ini mampu memberikan dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian lokal Kota Bandung.

“The Voice Fest ini menjadi salah satu contoh kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekonomi kreatif, serta meningkatkan talenta dan kreativitas generasi muda,” tandas Melinda. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar