![]() |
| PRIMA BEDAH (Persiapan, Risiko, Informasi, Manajemen, Anestesi): Tingkatkan Kesiapan Masyarakat Menghadapi Operasi melalui Edukasi Anestesi. |
SURAT KABAR, BANDUNG – Pemahaman masyarakat mengenai persiapan sebelum menjalani operasi masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan keselamatan pasien.
Kondisi tersebut mendorong Universitas Bhakti Kencana menghadirkan program edukasi PRIMA BEDAH (Persiapan, Risiko, Informasi, Manajemen, dan Anestesi) sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berfokus pada peningkatan literasi kesehatan terkait tindakan pembedahan.
Kegiatan tersebut digelar di RT 02 RW 06 Kelurahan Randusari, Kota Semarang, pada 18 Mei 2026.
Program ini diselenggarakan oleh empat dosen Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Universitas Bhakti Kencana, yakni Richa Noprianty, S.Kep., Ners., M.P.H., Fikri Mourly Wahyudi, S.Kep., M.KM., Cici Valiani, S.ST., M.Kes., dan Madinatul Munawaroh, M.KM.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga melibatkan praktisi penata anestesi sekaligus dosen, Wahyu Wahdana, M.M., M.Kep., serta dua alumni, Rini Damayanti dan Asriadi Prihandika Widianto, yang turut berkontribusi dalam proses edukasi kepada masyarakat.
Program PRIMA BEDAH dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, membangun sikap positif, sekaligus memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi tindakan operasi.
Materi yang diberikan mencakup persiapan pra-operasi, risiko anestesi, informasi yang perlu dipahami pasien sebelum menjalani pembedahan, manajemen persiapan operasi, hingga pengenalan pelayanan anestesi sebagai bagian penting dalam mendukung keselamatan pasien (patient safety).
Sasaran kegiatan meliputi masyarakat dewasa, lanjut usia yang berpotensi menjalani tindakan operasi, serta kader kesehatan yang berperan sebagai mitra edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, tim memberikan edukasi melalui booklet PRIMA BEDAH, presentasi interaktif, diskusi, serta sesi tanya jawab.
Di akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi efektivitas program.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti rangkaian edukasi. Jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dibandingkan sebelum kegiatan berlangsung, sementara peserta yang sebelumnya berada pada kategori pengetahuan kurang tidak lagi ditemukan setelah program selesai.
Tidak hanya itu, seluruh peserta juga menunjukkan sikap positif terhadap pentingnya persiapan sebelum operasi serta memahami peran anestesi dalam menunjang keamanan selama proses pembedahan.
Ketua Pelaksana kegiatan, Richa Noprianty, S.Kep., Ners., M.P.H. menilai edukasi mengenai persiapan pra-operasi masih menjadi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, masih banyak pasien yang belum memahami tahapan yang perlu dilakukan sebelum menjalani tindakan operasi.
"Melalui program PRIMA BEDAH, kami berharap masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai persiapan pra-operasi dan anestesi sehingga dapat mengurangi kecemasan, meningkatkan kepatuhan terhadap tenaga kesehatan, serta mendukung keselamatan pasien selama proses pembedahan," ujarnya.
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi sesaat, tetapi dapat menjadi media pembelajaran yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat, kader kesehatan, maupun fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan literasi mengenai kesiapan pra-operasi.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat, dengan mengedepankan edukasi berbasis bukti ilmiah sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan memperkuat budaya keselamatan pasien. (SAT)


Posting Komentar