Sanggar Tari Mutiara Cimahi Tampil Memukau di Pesona Kebaya Nusantara Parade

Redaksi
Tambahkan
...
0
Sanggar Tari Mutiara Cimahi Tampil Memukau di Pesona Kebaya Nusantara Parade

SURAT KABAR, CIMAHI - Sanggar Tari Mutiara Cimahi tampil sangat memukau dalam Pesona Kebaya Nusantara Parade bertema “Nusantaraya”. Sebanyak 30 penari tampil mengenakan kebaya sekaligus membawakan tari batik dalam parade yang digelar di area pusat perbelanjaan 23 Paskal, Jalan Pasir Kaliki No.25-27, Kb. Jeruk, Andir, Kota Bandung, Selasa (25/8/26).

Founder sekaligus koreografer Sanggar Tari Mutiara Cimahi, Syntya Marlina mengatakan keterlibatan sanggarnya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama dengan pihak penyelenggara, 23 Paskal.

Menurut Syntya, Sanggar Tari Mutiara Cimahi terpilih menjadi salah satu pengisi acara untuk menghadirkan pertunjukan tari dalam rangkaian parade kebaya.

Sanggar Tari Mutiara Cimahi Tampil Memukau di Pesona Kebaya Nusantara Parade

“Konsepnya memang Nusantaraya. Penari yang tampil ada 30 orang dengan membawakan tari batik. Kegiatan ini diinisiasi oleh 23 Paskal dan kami terlibat sebagai pengisi acara,” kata Syntya pada Surat Kabar, Senin (31/8/26).

Penampilan tersebut tidak hanya berlangsung di satu titik. Para penari bergerak dalam formasi parade dari area lantai bawah hingga lantai atas pusat perbelanjaan. Mereka menari sembari mengenakan kebaya, menghadirkan suasana berbeda bagi para pengunjung.

Syntya menyebut antusiasme pengunjung menjadi salah satu hal yang paling terasa selama parade berlangsung. 

Banyak pengunjung berhenti untuk menyaksikan penampilan sekaligus mengabadikannya melalui kamera ponsel.


“Antusiasmenya sangat bagus, apalagi kami menggunakan kebaya dan menampilkan tari batik dalam bentuk parade dari lantai bawah sampai atas. Kegiatan seperti ini jarang dilakukan, sehingga pengunjung terlihat sangat antusias dan banyak yang merekam penampilan kami,” ujarnya.

Syntya melanjutkan, bagi Sanggar Tari Mutiara Cimahi, keikutsertaan dalam Pesona Kebaya Nusantara Parade sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan seni tari dan kebaya kepada masyarakat dalam suasana yang lebih dekat dengan publik.

Pertunjukan tari yang dikemas dalam bentuk parade membuat seni tradisi tidak hanya hadir sebagai tontonan di atas panggung, tetapi bergerak menyapa pengunjung secara langsung. Cara tersebut juga membuka ruang interaksi antara penari dan masyarakat yang menyaksikan. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar