SURAT KABAR, CIMAHI – Perjalanan tim futsal MTsN Kota Cimahi di ajang Pekan Olahraga dan Seni Siswa Madrasah (POSMAD) Jawa Barat 2026 berakhir manis. Menghadapi lawan-lawan tangguh, tim asal Kota Cimahi itu mampu melaju hingga partai final dan membawa pulang gelar juara II tingkat Provinsi Jawa Barat.
Perjalanan tersebut sebelumnya dimulai dari tingkat Kota/Kabupaten dalam ajang Porseni (POSMAD) yang berlangsung pada 25, 26, dan 28 Juli 2026. Dari kompetisi tersebut, MTsN Kota Cimahi berhasil keluar sebagai juara pertama sekaligus maju mewakili Kota Cimahi di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Babak selanjutnya berlangsung pada 22, 23, dan 24 Agustus 2026. Kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Tasikmalaya. Di tengah persaingan yang lebih ketat, tim futsal MTsN Kota Cimahi justru mampu menunjukkan mental bertanding yang kuat hingga akhirnya menembus partai final.
Pembina Olahraga Futsal MTsN Kota Cimahi, Sudeni, mengatakan keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Sebelum tampil di tingkat provinsi, para siswa terlebih dahulu mengikuti kompetisi tingkat kota.
“Untuk tingkat kota, MTsN Kota Cimahi mendapatkan juara satu. Kemudian maju mewakili Kota Cimahi ke tingkat provinsi, tepatnya di Kota Tasikmalaya,” ujar Sudeni saat ditemui Surat Kabar di sekolah, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, perjuangan para pemain di tingkat provinsi patut diapresiasi. Dengan persiapan yang dilakukan secara rutin, para siswa berusaha memberikan penampilan terbaik sejak pertandingan pertama hingga laga terakhir.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan gelar juara kedua dengan perjuangan yang sangat gigih,” katanya.
Para pemain menjalani latihan dua kali dalam sepekan. Waktu yang mereka habiskan untuk berlatih akhirnya terbayar dengan pencapaian di tingkat provinsi.
“Alhamdulillah dari awal sampai akhir mendapatkan hasil yang memuaskan. Tak lupa juga dengan doa dari semuanya, terutama dari orang tua. Itu yang paling sangat kami syukuri,” tutur Sudeni.
Salah satu laga yang cukup berkesan adalah ketika MTsN Kota Cimahi menghadapi tim tuan rumah Tasikmalaya. Bermodal latihan dan mental bertanding, para pemain mampu melewati pertandingan tersebut dan terus menjaga asa hingga akhirnya mencapai final.
“Dengan latihan yang gigih dan tidak lupa dengan kewajiban agama serta doa, alhamdulillah kami mendapatkan hasil yang memuaskan. Kami mendapatkan juara kedua, piala dan sertifikat,” ujarnya.
Tak Gentar Meski Postur Berbeda
Kepala MTsN Kota Cimahi, Rubaitun mengaku bangga melihat perjuangan para siswanya. Di tengah persaingan yang kompetitif, para pemain mampu menunjukkan semangat dan keberanian sejak pertandingan pertama.
“Anak-anak kita mungkin secara fisik tidak selalu berada pada posisi yang sama dengan lawan. Tetapi itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap percaya diri dan berjuang,” kata Rubaitun.
Namun, perbedaan tersebut tidak membuat para pemain kehilangan keberanian. Rubaitun bahkan mengikuti langsung perjalanan tim sejak pertandingan pertama menghadapi perwakilan Sukabumi.
Ia mengaku sempat merasa khawatir melihat ketatnya persaingan dalam sejumlah pertandingan.
“Alhamdulillah anak-anak tidak gentar. Mereka tetap beretika. Itu yang utama. Walaupun ingin menang, mereka tetap harus menjaga etika,” ujarnya.
Bagi Rubaitun, sikap sportif menjadi bagian penting dari prestasi yang diraih para siswa. Kemenangan memang menjadi target, tetapi karakter pemain tetap harus dijaga.
“Bangga melihat mereka bermain dengan sportif. Mereka tetap berjuang untuk menang, tetapi tidak meninggalkan etika,” katanya.
Dari sejumlah cabang yang diikuti MTsN Kota Cimahi, tim futsal menjadi salah satu yang mampu melaju paling jauh. Cabang badminton dan tenis meja harus terhenti sebelum mencapai babak akhir.
Sementara tim futsal terus melangkah hingga partai final. Rubaitun mengaku menyaksikan langsung perjuangan tim tersebut dalam beberapa pertandingan.
“Ini sesuatu yang tidak disangka. Ada beberapa mata lomba yang diikuti. Badminton dan tenis meja juga ikut, tetapi berhenti sampai babak seperdelapan final. Sementara futsal terus kami tunggu dan kami ikuti,” tuturnya.
Ketika berhasil memastikan tiket final, harapan untuk menjadi juara pertama semakin terbuka. Namun, hasil akhir menempatkan MTsN Kota Cimahi sebagai juara II tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Alhamdulillah bisa masuk final. Tinggal mencari juara satu, tetapi mungkin belum ada kesempatan. Akhirnya kami mendapat juara dua. Pokoknya salut dengan perjuangan anak-anak,” ujar Rubaitun.
Kelas Atlet Jadi Ruang Pengembangan Bakat
Bagi MTsN Kota Cimahi, prestasi tersebut bukan sekadar soal piala. Sekolah ingin memastikan setiap potensi siswa mendapatkan ruang untuk berkembang, termasuk di bidang olahraga.
Rubaitun mengatakan sekolah memiliki komitmen untuk mengembangkan potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik, olahraga maupun seni.
“Sekolah dari awal berkomitmen mengembangkan setiap potensi anak, baik olahraga, seni maupun bidang lainnya. Kami selalu berusaha memfasilitasi perkembangan potensi mereka dan mendukung kegiatan-kegiatan yang positif,” katanya.
Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Bahkan, mulai tahun ini, MTsN Kota Cimahi membuka kelas atlet untuk memberikan ruang lebih besar bagi siswa yang memiliki bakat olahraga.
Sebelumnya, sekolah juga telah memiliki kelas tahfiz dan kelas akademik bagi siswa dengan potensi di bidang masing-masing.
“Tahun ini kami baru menerapkan kelas atlet. Sebelumnya ada kelas tahfiz dan kelas akademik. Sekarang kami memberikan ruang bagi siswa yang memiliki potensi di bidang olahraga,” ujar Rubaitun.
Menurutnya, keberadaan kelas atlet diharapkan membuat potensi siswa tidak berhenti setelah mereka masuk madrasah. Mereka tetap dapat berlatih, berkembang dan memperoleh kesempatan mengikuti berbagai kompetisi.
Sekolah juga memberikan dispensasi bagi siswa yang harus mengikuti pertandingan atau kegiatan olahraga di luar sekolah. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan non akademik.
“Jangan sampai ketika mereka masuk MTsN justru potensinya tidak berkembang. Tujuan pendidikan memang untuk mengembangkan potensi masing-masing anak, karena setiap anak memiliki potensi yang berbeda,” katanya.
Dengan jumlah siswa yang mencapai sekitar seribu orang, Rubaitun menyadari setiap anak memiliki kemampuan yang beragam. Ada yang menonjol di olahraga tertentu, ada pula yang memiliki kemampuan di bidang seni maupun akademik.
“Ada yang potensinya di olahraga, tetapi olahraga pun berbeda-beda. Ada yang memiliki potensi di sepak bola, ada yang badminton dan bidang lainnya. Kami berusaha, dengan kemampuan dan anggaran yang ada, memaksimalkan potensi siswa-siswi MTsN,” tuturnya.
Gelar juara II POSMAD tingkat Provinsi Jawa Barat akhirnya menjadi bukti bahwa keberanian, latihan, dukungan dan sportivitas dapat membawa siswa tampil di level kompetisi yang lebih tinggi.
Bagi MTsN Kota Cimahi, piala tersebut bukan sekadar tanda kemenangan. Di baliknya ada proses pembinaan, kerja keras dan karakter yang terus dibangun agar para siswa tidak hanya mampu menjadi juara, tetapi juga tetap menjunjung sportivitas di setiap pertandingan. (SAT)


Posting Komentar