Dukung Ketahanan Pangan, Polres Cimahi Tanam Jagung di 334,50 Hektare Lahan Bandung Barat

Redaksi
Tambahkan
...
0
DUKUNG SWASEMBADA PANGAN: Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat Memanen Jagung di Bandung Barat (Doc. Istimewa)
DUKUNG SWASEMBADA PANGAN: Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra saat Memanen Jagung di Bandung Barat (Doc. Istimewa)


BANDUNG BARAT, SURAT KABAR - Lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif di wilayah Kabupaten Bandung Barat kini mulai memberi manfaat bagi masyarakat. Ribuan batang jagung yang telah ditanam sejak beberapa bulan lalu mulai menunjukkan hasil, seiring langkah Polres Cimahi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Program penanaman jagung yang dijalankan Polres Cimahi merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah di sektor pertanian. 

Fokus utamanya adalah meningkatkan produksi jagung sebagai salah satu komoditas penting dalam ketahanan pangan nasional.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut berkontribusi langsung dalam penguatan sektor pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani.

"Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut hadir dan berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah, salah satunya di sektor pertanian, melalui kegiatan panen raya jagung ini, kami berharap dapat mendorong peningkatan produksi pangan serta kesejahteraan para petani," ujar Niko saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Polres Cimahi menargetkan penanaman jagung di lahan seluas 1.700 hektare. Hasil panen jagung tersebut nantinya akan diserap oleh Bulog dengan target mencapai 2.500 ton. 

Untuk bisa diterima Bulog, jagung harus memenuhi ketentuan kualitas, yakni kadar air di bawah 14 persen dan antitoksin di bawah 50 ppb.

"Sampai saat ini Polres Cimahi terus berproses dalam swasembada pangan ini, dengan luas lahan yang sudah ditanami jagung 334,50 hektar, dan lahan yang berhasil panen sebanyak 377,5 ton, yang sudah diserap bulog sebanyak 165 ton," katanya.

Untuk menunjang keberhasilan program itu, berbagai bantuan juga telah disalurkan kepada kelompok tani di wilayah tersebut. Bantuan tersebut meliputi traktor bajak, pupuk NPK, hingga bibit jagung unggul hibrida. Seluruh bantuan diberikan agar hasil panen meningkat dan pengolahan lahan oleh petani menjadi lebih efisien.

"Tentunya kami juga memberikan bantuan, sebagai langkah dukungan agar meningkatkan produksi panen jagung. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin," kata Niko menutup. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar