Setelah 15 Tahun Vakum, Respiro Indonesia Bangkit dengan “Senjata Baru” Bernama Teknologi Piro-Tex

Redaksi
Tambahkan
...
0
15 Tahun Vakum, Respiro Indonesia Tancap Gas Lagi dengan Teknologi Piro-Tex (Doc. Istimewa)
15 Tahun Vakum, Respiro Indonesia Tancap Gas Lagi dengan Teknologi Piro-Tex (Doc. Istimewa)

Dari Sekadar Jaket Penahan Angin Menjadi Perlengkapan Keselamatan, Respiro Indonesia Bangkit dengan Inovasi Baru

SURAT KABAR (FEATURE) - Di tengah tingginya angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara, Respiro Indonesia kembali hadir setelah lebih dari 15 tahun vakum. Merek perlengkapan berkendara yang pernah menjadi salah satu nama besar di industri otomotif Tanah Air itu kini membawa semangat baru dengan memperkenalkan jaket motor berteknologi Piro-Tex yang mengutamakan aspek keselamatan, kenyamanan, dan inovasi.

Peluncuran lini produk terbaru ini menjadi penanda kebangkitan Respiro Indonesia sekaligus menjawab kebutuhan pengendara yang selama ini kerap memandang jaket motor hanya sebagai pelindung dari angin atau cuaca. Padahal, perlengkapan berkendara memiliki peran penting dalam meminimalkan risiko cedera saat terjadi kecelakaan.

Business Head Respiro Indonesia, Ayi Sunandar, mengatakan seluruh produk terbaru yang akan segera diluncurkan dirancang dengan konsep keamanan sebagai fondasi utama.

Menurutnya, Respiro ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap fungsi jaket motor. Bukan sekadar pelengkap penampilan atau penahan terpaan angin, tetapi juga sebagai perlindungan bagi pengendara di jalan raya.

“Banyak orang mengira jaket hanya berfungsi menahan angin, tapi kami mengembangkannya agar tetap nyaman dipakai, namun tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama,” kata Ayi saat ditemui, Kamis (11/6/2026).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyematan pelindung atau protektor pada bagian bahu, siku, dan punggung. Komponen tersebut dirancang khusus untuk membantu mengurangi risiko cedera ketika pengendara mengalami insiden di jalan.

Namun kebangkitan Respiro tidak hanya berbicara mengenai produk dan teknologi. Di balik peluncuran kembali merek ini, terdapat upaya membangun kembali hubungan emosional dengan para pengguna dan komunitas otomotif yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari perjalanan Respiro.

Ayi menjelaskan, pendekatan yang ditempuh perusahaan berfokus pada penguatan komunitas sebagai mitra utama dalam menyebarkan budaya keselamatan berkendara.

“Kami ingin mengajak seluruh komunitas pengendara untuk bergabung dan berbagi dampak positif bagi keselamatan berkendara di Indonesia. Ini bukan sekadar menjual barang, tapi membangun gerakan bersama,” tuturnya.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat komunitas memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku dan budaya berkendara yang lebih aman. Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, edukasi mengenai perlengkapan keselamatan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu terus dilakukan.

Dari sisi harga, Respiro mencoba menjembatani kebutuhan akan perlengkapan berkualitas dengan daya beli masyarakat. Ayi menilai keselamatan tidak seharusnya menjadi barang mewah yang sulit dijangkau.

“Melihat fitur lengkap dan material khusus yang kami gunakan, harganya tetap sangat bersahabat dan layak dijadikan investasi jangka panjang bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Bagi para pecinta perjalanan jarak jauh atau touring, pemilihan jaket yang tepat juga menjadi bagian penting dari keselamatan berkendara. Karena itu, Respiro membedakan produk berdasarkan kebutuhan pengguna, mulai dari penggunaan harian hingga perjalanan di medan yang lebih berat.

“Pastikan ukuran pas, sesuai dengan jenis kendaraan, dan yang paling penting memiliki standar keamanan. Jangan lupa, selain perlengkapan, kondisi kendaraan juga harus selalu diperiksa sebelum berangkat,” ujarnya.

Kebangkitan Respiro juga membawa dampak ekonomi. Sebagai langkah awal ekspansi, perusahaan telah membuka toko utama di Madiun yang sekaligus diharapkan dapat mendorong aktivitas perekonomian daerah. Saat ini, Respiro juga mulai aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai komunitas otomotif di Jakarta dan Bandung.

“Kebangkitan kami dimulai dari aktivasi komunitas di tiga kota ini, selanjutnya akan kami perluas secara bertahap ke seluruh Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Marketing Manager Respiro Indonesia, Salman Akbar Kusuma, menilai tantangan industri saat ini bukan hanya persaingan pasar yang semakin ketat, tetapi juga bagaimana menghadirkan produk yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pengendara.

Karena itu, Respiro menghadirkan inovasi melalui material hasil pengembangan internal bernama Piro-Tex. Teknologi tersebut menjadi salah satu pembeda utama yang diusung perusahaan dalam fase kebangkitannya.

Salman menjelaskan, Piro-Tex dirancang untuk menjaga suhu tubuh pengendara tetap berada pada kisaran ideal, yakni 36 hingga 38 derajat Celsius. Dengan kondisi suhu yang stabil, tubuh tidak mudah mengalami kelelahan akibat paparan panas maupun udara dingin selama perjalanan.

Di balik teknologi tersebut tersimpan tujuan yang lebih besar, yakni menjaga konsentrasi pengendara tetap optimal saat berada di jalan raya.

“Dengan suhu tubuh yang stabil, pengendara bisa lebih fokus dan waspada. Ini menjadi nilai tambah dari sisi keamanan yang tidak dimiliki banyak merek lain. Kami ingin menunjukkan bahwa berkendara bisa menyenangkan asalkan didukung perlengkapan yang tepat," kata Salman menutup.

Kembalinya Respiro Indonesia setelah 15 tahun bukan sekadar menghadirkan produk baru ke pasar. Lebih dari itu, perusahaan mencoba membawa pesan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi budaya bersama. Di tengah padatnya lalu lintas dan tingginya risiko kecelakaan di jalan raya, inovasi perlengkapan keselamatan menjadi kebutuhan yang semakin relevan bagi jutaan pengendara Indonesia. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar