Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Soroti Kenaikan BBM Pertamax hingga Rupiah Melemah

Redaksi
Tambahkan
...
0
Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk saat berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung (Doc. Dimas Rachmatsyah/Jabar Ekspres)
Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk saat berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung 

SURAT KABAR, BANDUNGGelombang protes mahasiswa kembali terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Aksi ini dipicu oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax yang dinilai menambah tekanan ekonomi masyarakat, sekaligus memunculkan respons kritis terhadap sejumlah isu nasional lainnya.

Aksi tersebut berlangsung di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung, pada Kamis sore sekitar pukul 15.30 WIB. Massa mahasiswa mulai memadati area depan gedung wakil rakyat tersebut, menyuarakan aspirasi melalui orasi secara bergantian. Hingga pukul 17.36 WIB, massa masih bertahan sebelum akhirnya mulai membubarkan diri sekitar pukul 17.46 WIB.

Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian bersama unsur TNI terlihat melakukan pengamanan di lokasi. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Diponegoro sempat dialihkan dan akses di depan gedung DPRD tidak dapat dilalui untuk sementara waktu guna menjaga kelancaran dan keamanan situasi.

Dalam aksi tersebut, Khalid selaku perwakilan BEM UPI menjelaskan bahwa kehadiran mereka bukan hanya merespons satu isu, melainkan sejumlah persoalan nasional yang dinilai berdampak luas bagi masyarakat.

"Kami membahas terkait isu yang sedang ramai yang ada di masyarakat. Yang kedua juga kita ingin aksi kami pada hari ini menjadi salah satu pemantik, " jelasnya.

Lebih lanjut, Khalid menyoroti kondisi ekonomi nasional, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah yang menurutnya berpotensi berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Per hari ini ada situasi rupiah yang melemah. Itu yang kemudian kami soroti karena itu kan akan berdampak kepada sektor-sektor kehidupan yang ada di masyarakat sehari-hari, " jelasnya.

Selain itu, kebijakan kenaikan harga BBM Pertamax juga menjadi salah satu sorotan utama. Mahasiswa menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang karena berpotensi memperburuk beban ekonomi publik.

"Jadi saya rasa kenaikan BBM ini harus dihentikan, harus diturunkan kembali, jangan sampai masalah-masalah yang kemudian terjadi ini sangat merugikan masyarakat," katanya.

Tidak hanya itu, isu lain yang turut disuarakan adalah terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang tengah menjadi perhatian publik. Menurutnya, terdapat kekhawatiran terhadap arah kebijakan tersebut di masa depan.

"Yang sering kami takutkan kan adalah bagaimana akhirnya pekerjaan-pekerjaan ini diambil oleh AI. Tapi di negara yang lucu ini, pekerjaan malah diambil oleh aparat. Ini sangat ironi juga, " tutupnya.

Aksi ini menjadi salah satu bentuk tekanan publik dari kalangan mahasiswa terhadap kebijakan ekonomi dan regulasi nasional yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap masyarakat luas. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar