SURAT KABAR, CIMAHI – SMKN 3 Cimahi menjadikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukan sekadar agenda mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Di tengah pelaksanaan program selama lima hari itu, sekolah juga menanamkan pendidikan karakter melalui penerapan nilai-nilai Panca Waluya yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sebanyak 699 siswa baru mengikuti MPLS yang berlangsung pada 15 hingga 21 Juli. Kegiatan tersebut dikemas dalam konsep MPLS Ramah, dengan penekanan pada pembinaan karakter tanpa praktik perpeloncoan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat (Hubinmas) SMKN 3 Cimahi, Latifah Puji Astuti, mengatakan pelaksanaan MPLS di sekolahnya mengikuti kebijakan yang berlaku bagi SMA dan SMK di Jawa Barat.
"Terkait dengan MPLS ini, seluruh SMK-SMA se-Jawa Barat sama, lima hari. Di sekolah kami murid baru itu 699 orang dengan berbagai latar belakang," kata Latifah saat diwawancarai.
Latifah menjelaskan, materi yang diberikan selama MPLS disusun sesuai dengan konsep MPLS Ramah. Di dalamnya, nilai Panca Waluya juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.
Untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan, pengawasan dilakukan secara berlapis. Kehadiran panitia dari kalangan siswa hanya berfungsi membantu guru dalam teknis pelaksanaan.
"Jadi berlapis-lapis. Siswa diterjunkan, OSIS dan MPK, tapi di situ juga ada guru. Bahkan waktu pulang pun guru masih evaluasi sampai sore untuk mempersiapkan kegiatan besok dan melakukan evaluasi kegiatan hari tersebut," ujar Latifah.
Menurut pihak sekolah, pola pengawasan itu menjadi komitmen SMKN 3 Cimahi agar seluruh siswa baru mengikuti MPLS yang aman, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Ketua Pelaksana MPLS SMKN 3 Cimahi, Asep Iwan Hermawan, mengatakan materi yang diberikan melibatkan sejumlah instansi eksternal. Di antaranya TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Kwartir Cabang Pramuka.
"Yang alhamdulillah ini sudah hari ketiga. Pemateri dari hari pertama ada TNI, kemudian Polri, kemudian BNN, dan sekarang dari Kwarcab Pramuka," ujarnya.
Asep menambahkan, pelaksanaan MPLS tahun ini juga mengacu pada arahan Gubernur Jawa Barat mengenai penguatan karakter melalui nilai cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
"Kalau berkaitan dengan MPLS Ramah tahun ajaran ini dengan pengusungan semangat Panca Waluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer, itu sesuai dengan arahan dari Bapak Gubernur," katanya.
Selain pengenalan budaya sekolah, MPLS juga diarahkan pada pembiasaan kepedulian terhadap lingkungan. Menurut Asep, para siswa dibiasakan menjaga kebersihan dan membangun kesadaran ekologis sejak awal.
"Ke depannya ini lebih ke ekologi juga, berkaitan dengan perlunya penataan dan kebersihan seperti yang dianjurkan oleh Bapak Gubernur," ujarnya.
Pelaksanaan MPLS dimulai sejak pukul 05.30 WIB hingga 15.30 WIB. Meski melibatkan pengurus OSIS dan MPK sebagai panitia, seluruh rangkaian kegiatan tetap berada di bawah pengawasan guru.
Untuk menghapus stigma bahwa MPLS identik dengan perpeloncoan, pihak sekolah lebih dulu menggelar sosialisasi kepada orang tua siswa.
Asep menambahkan, sekolah juga memberikan informasi perkembangan kegiatan kepada orang tua setiap hari agar pelaksanaan MPLS berlangsung terbuka.
"Sebelum pelaksanaan MPLS ini kami sudah memberikan sosialisasi kepada orang tua berkaitan seluruh kegiatan MPLS. Kami sudah menjelaskan bahwa dalam kegiatan MPLS ini tidak ada unsur yang negatif seperti perpeloncoan dan lain sebagainya," tukasnya. (SAT)


Posting Komentar