Saat Idul Adha Menjadi Ruang Introspeksi, Ini Pesan Sherly Tjoanda

Redaksi
Tambahkan
...
0

 

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos (Doc. TikTok @sherlytjoanda)
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos (Doc. TikTok @sherlytjoanda)


MALUKU UTARA, SURAT KABAR - Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengajak masyarakat memaknai Idul Adha 2026 sebagai momentum untuk belajar melepaskan berbagai hal yang selama ini dianggap paling berharga dalam kehidupan.

Melalui unggahan video di akun TikTok resminya, @sherlytjoanda, Sherly menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha tidak hanya berbicara tentang ibadah kurban, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menata kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri maupun dengan sesama.

Menurut dia, ada kalanya sesuatu justru menemukan maknanya ketika seseorang bersedia merelakannya.

“Tidak semua yang berharga harus kita genggam. Ada hal-hal dalam hidup yang justru menemukan maknanya ketika kita rela melepaskan,” ujar Sherly dalam unggahan tersebut.

Ia menjelaskan, sikap melepaskan yang dimaksud bukan semata berkaitan dengan materi. 

Lebih dari itu, kata Sherly, seseorang perlu belajar melepaskan ego yang selalu ingin dianggap benar, melepaskan rasa memiliki yang berlebihan, serta menyadari bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada diri sendiri.

“Melepaskan ego yang ingin selalu benar, melepaskan rasa memiliki yang berlebihan, dan perlahan belajar bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri,” katanya.

Sherly menilai esensi memberi dalam perayaan Idul Adha bukan terletak pada banyak atau sedikitnya yang dimiliki seseorang. Baginya, ketulusan hati menjadi nilai utama dalam setiap pengorbanan yang dilakukan.

Menurut dia, berkorban juga tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang tampak secara fisik, tetapi menyangkut keberanian untuk membersihkan berbagai hal yang tersembunyi dalam diri.

“Memberi pada akhirnya bukan soal berlebih, tapi soal hati yang cukup. Dan berkorban bukan hanya tentang apa yang terlihat, tapi tentang keberanian untuk membersihkan yang tak terlihat di dalam diri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sherly turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kesalahan dan kekhilafan yang mungkin pernah terjadi.

“Di hari yang penuh makna ini, mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kata yang mungkin pernah melukai,” kata dia.

Menutup pesannya, Sherly menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Maluku Utara.

Ia berharap nilai-nilai ketulusan dan pengorbanan yang ditanamkan melalui perayaan Idul Adha dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih damai dan penuh kasih.

“Semoga setiap ketulusan yang ditanam hari ini menjadi jalan pulang menuju hati yang lebih jernih, lebih lapang, dan lebih penuh kasih,” tutup Sherly. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar