SURAT KABAR, BANDUNG - Kawasan Braga kembali disiapkan menjadi episentrum kegiatan budaya. Pada 7–8 Februari 2026, kawasan ikonik di jantung Kota Bandung itu akan menjadi tuan rumah The Voice Fest at Braga, sebuah ajang kompetisi dan perayaan seni mahasiswa se-Pulau Jawa yang mengusung isu literasi, bahasa, dan kreativitas generasi muda.
Acara ini diinisiasi Penerbit Erlangga sebagai respons atas pentingnya ruang ekspresi publik bagi mahasiswa di tengah tantangan literasi dan minimnya panggung kreatif yang inklusif. Selama dua hari, Braga tak sekadar menjadi lokasi acara, tetapi disulap sebagai ruang temu antara pendidikan, seni, dan masyarakat.
The Voice Fest at Braga menghadirkan rangkaian kompetisi mahasiswa, pertunjukan musik, hingga pameran yang terpusat di De Majestic.
Babak semifinal sampai grand final digelar bersamaan dengan penampilan live music serta pameran F&B dan non-F&B yang terbuka bagi pengunjung. Konsep ini menempatkan kompetisi bukan sebagai agenda tertutup, melainkan bagian dari perayaan publik.
Salah satu magnet utama adalah pameran buku Penerbit Erlangga yang menampilkan beragam koleksi literasi. Kehadiran musisi dan kelompok seni seperti Gilang Ramadhan & Friends, Bandung Jazz Orchestra, dan Lalahuta menambah denyut acara, menjadikan Braga sebagai ruang perayaan suara, bahasa, dan seni yang hidup dan merakyat.
Dari sisi penilaian, kompetisi ini melibatkan juri lintas latar belakang, mulai dari akademisi hingga praktisi seni dan budaya.
Mereka antara lain Buyung Alfian Noris Sudrajat (British Council), Atin Novita Handayani (Kepala Cabang LIA Bandung), Septo Adi Kristanto (Jakarta Youth Choir), Shahnaz Haque (public figure), Rina Slamet (Erasmus Huis), serta, Dr. Indira Ismail, M.A. (Universitas Indonesia). Komposisi juri ini diharapkan menjamin penilaian yang objektif dan berimbang.
Penyelenggaraan The Voice Fest at Braga juga mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis lintas sektor, mulai dari pendidikan, perbankan, teknologi, hingga gaya hidup.
Dukungan tersebut datang dari PT Gelora Aksara Pratama, SMBC Indonesia, UOB, CIMB Niaga, BRI, OCBC, Elitery, Maybank, Biznet, LB LIA, Nagitec, Margono Mega Transport, Master Diskon, Kata&Rasa, Eureka Bookhouse, Bank BJB, dan Casio Calculator.
Kolaborasi ini memperkuat ekosistem acara sekaligus menunjukkan keterlibatan banyak pihak dalam pengembangan literasi dan kreativitas anak muda.
Pemilihan Bandung, khususnya kawasan Braga, bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai pusat pendidikan dan kreativitas, sementara De Majestic merepresentasikan ruang budaya bersejarah yang kini kembali aktif sebagai panggung seni kontemporer.
Kehadiran festival ini diharapkan memperkuat interaksi antara mahasiswa, komunitas seni, dan masyarakat umum dalam satu ruang publik.
Melalui The Voice Fest at Braga, Penerbit Erlangga berupaya menghadirkan perayaan yang tidak sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan sosial.
Acara ini terbuka untuk masyarakat dan diproyeksikan menjadi agenda budaya tahunan yang memperkaya lanskap kreatif Kota Bandung sekaligus menegaskan Braga sebagai ruang hidup bagi literasi dan seni. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar