Antusias Siswa Sambut Program MBG Perdana di SMKN 3 Cimahi

Antusias Siswa Sambut Program MBG Perdana di SMKN 3 Cimahi

SURAT KABAR CIMAHI – Ratusan siswa SMKN 3 Cimahi menyambut dengan penuh antusias pelaksanaan perdana program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pada Jumat, 29 Agustus 2025. 

Program ini sejak lama ditunggu para siswa, bahkan banyak yang kerap menanyakan kapan MBG mulai berjalan di sekolah mereka.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat, Latifah Pujiastuti mengatakan sejak bulan Juli para siswa kerap menagih terus kapan MBG akan dilaksanakan di SMKN 3 Cimahi

"Berarti ini merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu dan anak-anak begitu antusias,” ujarnya , saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jum'at (29/8/25).

Pada uji coba tersebut, Latifah menerangkan MBG diberikan kepada siswa kelas 10 dan 11 dari lima jurusan, yakni Kuliner, Desain dan Produksi Busana, Perhotelan, Manajemen Perkantoran, serta Desain Komunikasi Visual, dengan total penerima sebanyak 1.235 siswa.

Distribusi makanan MBG pada tahap awal ini disuplai dari Dapur Citeureup yang berlokasi di Jalan Permana No. 79, Cimahi. 

Pemilihan dapur tersebut, menurut Latifah, didasarkan pada jarak yang dekat dengan sekolah sehingga memudahkan proses distribusi sekaligus meminimalisasi risiko makanan basi akibat perjalanan jauh.

“Kami telah melakukan MoU sekitar dua minggu lalu dengan dapur ini. Kenapa kami pilih, karena secara spasial dapur ini yang paling dekat dengan kampus SMKN 3 Cimahi,” jelas Latifah.

Dalam uji coba pertama, menu yang disajikan adalah burger dengan standar kualitas yang dinilai cukup baik. 

Pihak sekolah juga menekankan koordinasi yang intens dengan penyedia MBG, termasuk melakukan kunjungan langsung ke dapur sehari sebelum pelaksanaan untuk memastikan kesiapan.

Meski demikian, Latifah menyoroti isu keamanan makanan tetap menjadi perhatian. Mengingat di beberapa daerah lain sempat terjadi kasus keracunan akibat MBG, pihak sekolah menegaskan langkah antisipasi sudah dilakukan dengan ketat.

“Kami yakin program ini bukan main-main. Pemerintah sudah berusaha menyelenggarakan dengan baik, dari pemilihan bahan makanan, proses memasak, hingga adanya ahli gizi yang menghitung kalori serta kandungan gizi setiap menu," tegasnya 

Bahkan, sambung Latifah, pihak sekolah meminta pihak dapur melakukan tes kesehatan kepada pegawainya, mulai dari tes rektal hingga tes hepatitis.

Selain itu, sekolah juga menyimpan sampel makanan hingga tiga hari sebagai bentuk pengawasan, untuk memastikan keamanan apabila sewaktu-waktu muncul dugaan kontaminasi. 

"Wali kelas pun ditugaskan mendampingi siswa ketika menyantap hidangan, meskipun guru tidak ikut mencicipi," ujarnya.

Latifah mengungkapkan, program MBG ini dijadwalkan berjalan secara reguler mulai 1 September 2025, setiap hari kerja dari Senin hingga Jumat. 

Ia menegaskan manfaat program ini sangat besar, terutama bagi siswa yang tidak sempat sarapan sebelum berangkat sekolah.

“Dengan adanya dukungan makan siang ini, anak-anak akan mendapat tambahan kalori yang bermanfaat untuk daya konsentrasi belajar. Menunya pun lengkap, ada karbohidrat, protein nabati, hewani, sayuran, susu, hingga buah. Insya Allah ini berdampak positif pada energi dan fokus mereka,” tuturnya.

Pihak sekolah juga terbuka memberikan masukan kepada penyedia makanan. Dapur pelaksana bahkan mengizinkan permintaan khusus dari sekolah, misalnya menu tradisional seperti menu tradisional Indonesia, atau menu modern seperti spaghetti.

Mengenai mekanisme pengawasan, Latifah menyebut pengelolaan gizi dilakukan secara terukur. 

Kata Latifah, pihaknya juga menggandeng ahli gizi untuk menghitung kalori dan protein setiap menu. Pengawasan dilakukan mingguan dengan laporan kepada kepala dapur. 

"Pihak sekolah sudah melakukan visitasi dan memastikan standar kebersihan serta SOP dipenuhi,” tegasnya.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, program MBG juga dinilai meringankan beban siswa secara ekonomi. 

“Beberapa anak bilang ke saya, program ini bisa menghemat uang jajan mereka. Jadi MBG ini bukan hanya menyelamatkan perut, tapi juga membantu anak-anak menabung,” pungkas Latifah. (SAT)

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar