SMART-PHBS dan Misi Membangun Warga Sehat dari Kebiasaan Sederhana di Kampung Mekar Baru

Redaksi
Tambahkan
...
0
SMART-PHBS dan Misi Membangun Warga Sehat dari Kebiasaan Sederhana di Kampung Mekar Baru

SURAT KABAR, BANDUNG - Masyarakat sehat tidak lahir hanya dari pengetahuan tentang kesehatan. Lebih dari itu, pengetahuan harus diikuti kesadaran dan kebiasaan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat itulah yang dibawa melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “SMART-PHBS: Sistem Monitoring, Edukasi dan Pendampingan Perilaku Hidup Bersih Sehat, Masyarakat Kuat, Indonesia Hebat”.

Kegiatan SMART-PHBS digelar pada 1 Agustus 2026 di RW 03 Kampung Mekar Baru, Alam Endah. Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya PHBS.

SMART-PHBS dan Misi Membangun Warga Sehat dari Kebiasaan Sederhana di Kampung Mekar Baru

Berbeda dengan edukasi kesehatan yang hanya berfokus pada penyampaian materi, SMART-PHBS menggabungkan tiga pendekatan sekaligus, yakni edukasi, monitoring, dan pendampingan. Cara ini diharapkan membuat masyarakat tidak berhenti pada tahap memahami perilaku hidup bersih dan sehat, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten.

Kegiatan SMART-PHBS di Kampung Mekar Baru dipimpin Dr. apt. Fauzan Zein M., M.Si. selaku Ketua Pengusul. Tim pengabdian terdiri dari Anne Yuliantini, Muhamad Reza Pahlevi, Kosasih, Nur Rakhmanto Heryana, S.Ps., Novitasari Tsamrotul F., Tuti Suprapti, Supriyatni, dan Tata Juarta.

Warga RW 03 Aktif Ikuti Edukasi PHBS

Pelaksanaan SMART-PHBS melibatkan para kader dan masyarakat secara langsung. Tim memberikan edukasi mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, sekaligus mengajak peserta memahami bahwa kebiasaan sehat bisa dimulai dari lingkungan paling dekat.

Mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam penerapan PHBS di Kampung Mekar Baru.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga RW 03 tidak hanya mendengarkan materi yang diberikan, tetapi juga mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan tim pengabdian.

Pendekatan edukasi PHBS yang dipadukan dengan monitoring dan pendampingan menjadi salah satu kekuatan program SMART-PHBS. Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengubah pengetahuan tentang kesehatan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pengetahuan Peserta Tembus 100 Persen

Untuk mengukur dampak edukasi SMART-PHBS, tim pengabdian melakukan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan PHBS.

Hasilnya menunjukkan, nilai pre-test peserta mencapai 99,38 persen. Setelah mendapatkan edukasi SMART-PHBS, nilai post-test meningkat menjadi 100 persen.

Artinya, terdapat peningkatan sebesar 0,62 poin persentase setelah kegiatan edukasi berlangsung.

Capaian tersebut menunjukkan tingkat pengetahuan peserta sudah berada pada kategori sangat tinggi sejak sebelum kegiatan. Edukasi SMART-PHBS kemudian mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan pemahaman peserta hingga mencapai 100 persen.

SMART-PHBS dan Misi Membangun Warga Sehat dari Kebiasaan Sederhana di Kampung Mekar Baru

Hasil evaluasi SMART-PHBS di RW 03 Kampung Mekar Baru menjadi gambaran positif bahwa kegiatan edukasi dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai materi perilaku hidup bersih dan sehat.

SMART-PHBS Tak Berhenti di Penyuluhan

Yang membedakan SMART-PHBS bukan hanya materi edukasi yang diberikan kepada warga. Program ini juga menempatkan monitoring dan pendampingan sebagai bagian penting untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui sistem tersebut, masyarakat Kampung Mekar Baru diharapkan semakin sadar menjaga kebersihan diri, kesehatan keluarga, serta kebersihan lingkungan.

Program SMART-PHBS sekaligus memperlihatkan bagaimana kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dapat dilakukan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan. Edukasi diberikan secara partisipatif, sementara monitoring dan pendampingan membantu menjaga keberlanjutan perubahan perilaku.

Pada akhirnya, PHBS tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan kuat.

Melalui semangat “Masyarakat Kuat, Indonesia Hebat”, SMART-PHBS diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan masyarakat.

Sederhananya, edukasi memberikan pengetahuan, monitoring menjaga konsistensi, sedangkan pendampingan mendorong perubahan perilaku. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar