SURAT KABAR, CIMAHI - Perpustakaan Keliling (Pusling) Kota Cimahi kini tak lagi hanya identik dengan mobil yang datang membawa tumpukan buku. Layanan perpustakaan keliling Kota Cimahi mulai dikemas lebih interaktif lewat beragam kegiatan edukatif dan menyenangkan agar anak-anak tertarik datang, bermain, sekaligus mengenal dunia literasi.
Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, mengatakan Pusling Kota Cimahi terus dikembangkan dengan strategi jemput bola. Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan akses layanan perpustakaan kepada masyarakat, khususnya anak-anak di lingkungan sekolah.
Selama ini, layanan perpustakaan keliling Kota Cimahi umumnya hadir berdasarkan permohonan dari sekolah. Pihak sekolah terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada dinas untuk mendapatkan kunjungan Pusling.
“Pusling atau perpustakaan keliling hadir di sekolah-sekolah berdasarkan permohonan. Saat ini sudah mulai jemput bola. Biasanya Pusling itu berdasarkan permohonan dari sekolah. Sekolah ke dinas mengajukan permohonan untuk dilaksanakan perpustakaan keliling,” kata Rusli pada Surat Kabar, Jum'at (18/9/26).
Rusli menilai pola perpustakaan keliling Kota Cimahi tersebut masih perlu terus dikembangkan. Sebab, Pusling diharapkan bukan cuma hadir membawa koleksi buku, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan memberi manfaat edukatif bagi peserta didik.
“Bagaimana caranya Pusling itu bukan hanya sekadar datang membawa mobil perpustakaan keliling, tapi juga bagaimana dalam kegiatan Pusling hadir dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya edukasi, ajakan, dan sosialisasi layanan perpustakaan,” ujarnya.
Konsep baru Pusling Kota Cimahi salah satunya mengadaptasi kegiatan yang sudah berjalan di Perpustakaan Umum Kota Cimahi melalui layanan Tour Library Funtastic. Pola tersebut kemudian disesuaikan untuk dibawa langsung ke sekolah-sekolah.
Saat layanan perpustakaan keliling tiba di sekolah, anak-anak tidak langsung diarahkan untuk membuka buku. Mereka lebih dulu diajak mencairkan suasana melalui ice breaking, gerakan bersama, hingga permainan edukatif.
Pendekatan tersebut membuat kegiatan literasi anak di Kota Cimahi terasa lebih santai. Anak-anak diberi ruang untuk bergerak dan berinteraksi sebelum kemudian dikenalkan dengan buku serta fasilitas yang tersedia di mobil perpustakaan keliling.
Salah satu kegiatan yang diperkenalkan yakni gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui aktivitas tersebut, pesan tentang kebiasaan positif disampaikan dengan cara yang lebih ringan sehingga mudah diterima anak-anak.
“Contohnya, pada saat kegiatan Pusling, rekan-rekan tim akan mengarahkan para pemustaka atau peserta Pusling yang ada di sekolah dengan mengikuti gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia,” tutur Rusli.
Setelah suasana mulai terbangun, peserta Pusling Kota Cimahi kemudian diajak menikmati berbagai layanan yang tersedia di mobil perpustakaan keliling. Buku tetap menjadi bagian utama, tetapi proses mengenalkan buku dibuat lebih dekat dengan keseharian dan karakter anak.
“Kita ajak mereka ice breaking dulu, kemudian kita arahkan mereka juga untuk menikmati layanan perpustakaan keliling,” imbuhnya.
Disarpusda Kota Cimahi ingin menjadikan perpustakaan keliling Kota Cimahi sebagai ruang belajar yang lebih hidup. Aktivitas membaca tetap menjadi inti, namun dipadukan dengan kegiatan yang dapat mendorong kreativitas, keberanian berinteraksi, kebersamaan, serta pembiasaan positif.
Melalui konsep tersebut, literasi anak di Kota Cimahi diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca. Anak-anak juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang monoton.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam kegiatan layanan perpustakaan keliling adalah konsep “Membaca, Bergerak, Bermain, dan Membiasakan”. Anak-anak diajak bergerak dan bermain terlebih dahulu, baru kemudian diarahkan untuk mengenal buku dan aktivitas literasi.
Cara ini diharapkan bisa membangun kesan baru terhadap Pusling Kota Cimahi. Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga ruang interaksi yang edukatif, menyenangkan, dan sesuai dengan dunia anak.
Rusli menegaskan, sasaran perpustakaan keliling Kota Cimahi sebenarnya tidak hanya terbatas pada sekolah. Layanan tersebut terbuka untuk masyarakat secara umum. Namun, hingga kini sekolah masih menjadi salah satu lokasi utama kunjungan, terutama pada jenjang sekolah dasar.
“Sudah sampai dengan saat ini kami selalu berupaya untuk menghadirkan inovasi-inovasi baru, dengan target sasaran mulai dari SD sampai SMP,” kata Rusli.
Ke depan, Disarpusda Kota Cimahi berkomitmen terus menghadirkan inovasi dalam layanan perpustakaan keliling. Jangkauan kunjungan akan diperluas, sementara aktivitas literasi diharapkan semakin beragam dan mampu menjawab kebutuhan anak-anak.
Dengan konsep jemput bola, Pusling Kota Cimahi kini hadir bukan hanya untuk membawa buku hingga ke sekolah dan masyarakat. Mobil perpustakaan keliling juga menjadi sarana literasi, edukasi, interaksi, sekaligus ruang belajar yang dibuat lebih menyenangkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Disarpusda Kota Cimahi untuk memperluas akses perpustakaan keliling Kota Cimahi, sekaligus menumbuhkan budaya membaca dan kebiasaan positif sejak usia dini. (SAT)


Posting Komentar