Perpustakaan Kota Cimahi Makin Diminati, Kunjungan Tembus 7.824 Orang

Redaksi
Tambahkan
...
0
Indeks Kunjungan ke Perpustakaan Kota Cimahi

SURAT KABAR, CIMAHI – Jumlah kunjungan ke Perpustakaan UmumKota Cimahi mulai kembali meningkat setelah sempat mengalami penurunan akibat perpindahan lokasi layanan. Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 7.824 pengunjung memanfaatkan layanan perpustakaan yang kini berada di Jalan Pacinan No. 19.

Angka tersebut menunjukkan adanya pemulihan minat masyarakat terhadap Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Sebelumnya, jumlah kunjungan pada 2025 hanya mencapai 6.145 pengunjung, turun dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 9.428 kunjungan.

Penurunan itu terjadi setelah perpustakaan berpindah dari gedung lama di kawasan Jalan Jati ke lokasi baru di Jalan Pacinan No. 19 pada Maret 2025.

Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari, mengatakan peningkatan kunjungan pada 2026 tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan untuk kembali mengenalkan keberadaan perpustakaan kepada masyarakat.

Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari

Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari

Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan peningkatan kualitas layanan serta pengembangan berbagai fasilitas dan kegiatan yang diharapkan dapat membuat masyarakat kembali tertarik memanfaatkan perpustakaan.

"Ketika tahun 2024 jumlah pengunjung memang lumayan signifikan tinggi. Itu kan memang posisi pada saat itu perpustakaan masih di gedung lama yang aksesnya dekat dengan Pemkot Cimahi," ujar Dyah kepada Surat Kabar di kantornya, Kamis (17/9/2026).

Menurut Dyah, perpindahan perpustakaan tersebut berkaitan dengan penyesuaian pembangunan Bundaran Jati. Gedung perpustakaan yang sebelumnya berada di kawasan Jalan Jati terdampak kebutuhan pelebaran jalan.

Kondisi tersebut kemudian membuat Perpustakaan Umum KotaCimahi harus berpindah ke gedung baru di Jalan Pacinan No. 19. Perpindahan yang berlangsung pada Maret 2025 itu sekaligus menjadi tantangan baru bagi pengelola perpustakaan untuk kembali memperkenalkan lokasi layanan kepada masyarakat.

"Tepat pada tahun 2025 di bulan Maret, kita baru menempati tempat yang baru di Jalan Pacinan. Ini menjadi tantangan berat bagi perpustakaan karena harus mensosialisasikan dan berupaya bagaimana layanan-layanan di perpustakaan bisa terinformasikan kepada masyarakat," tutur Dyah.

Sosialisasi menjadi salah satu langkah yang dilakukan Disarpusda Kota Cimahi setelah perpindahan lokasi. Hal itu dinilai penting karena tidak semua masyarakat langsung mengetahui keberadaan gedung perpustakaan yang baru, termasuk layanan yang dapat dimanfaatkan.

"Minimal upaya-upaya yang dilakukan oleh kami itu adalah sosialisasi dulu tempat yang baru. Tidak semua masyarakat tahu dengan perpustakaan," katanya.

Selain memperkenalkan lokasi baru, Disarpusda Kota Cimahi juga mulai memperkuat pelayanan dan menghadirkan sejumlah inovasi. Tujuannya bukan sekadar membuat masyarakat mengetahui keberadaan perpustakaan, tetapi juga memberikan alasan baru bagi masyarakat untuk datang dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.

Salah satu inovasi yang dikembangkan yakni layanan bioskop mini di Perpustakaan Umum Kota Cimahi. Fasilitas tersebut tidak ditujukan sebagai bioskop komersial, melainkan menjadi bagian dari sarana pendukung pembelajaran dan kegiatan edukasi, khususnya bagi kalangan pelajar.

Bioskop Mini di Perpustakaan Umum Kota Cimahi
Bioskop Mini di Perpustakaan Umum Kota Cimahi

"Bagaimana caranya layanan apa yang bisa dimunculkan agar masyarakat terdorong berkunjung ke perpustakaan," ujar Dyah.

Pengembangan layanan tersebut mulai terlihat dalam data kunjungan perpustakaan. Hingga Agustus 2026, jumlah pengunjung telah mencapai 7.824 orang.

"Alhamdulillah, dari bioskop mini ini sampai dengan bulan Agustus, angka kunjungan yang ada di kami berdasarkan data mengalami peningkatan yang signifikan," terangnya.

Meski begitu, peningkatan kunjungan Perpustakaan Umum KotaCimahi tidak hanya bertumpu pada keberadaan bioskop mini. Disarpusda tetap melakukan sosialisasi dan mengembangkan sejumlah layanan untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap perpustakaan.

Sasaran layanan pun dibuat lebih luas, mulai dari kelompok belajar, TK, PAUD, SD, pelajar SMP hingga masyarakat umum.

"Sasarannya edukasi, tapi ini justru yang menjadi daya tarik masyarakat, khususnya di dunia pendidikan," papar Dyah.

Strategi lain yang dijalankan yakni melalui program Library Funtastic. Program tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung individu maupun kelompok, termasuk rombongan sekolah, untuk mengikuti tur perpustakaan dengan pendampingan.

Melalui kegiatan itu, pengunjung tidak hanya melihat koleksi buku. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas serta layanan yang tersedia di Perpustakaan Umum Kota Cimahi, termasuk bioskop mini yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan.

Pengembangan layanan juga dilakukan di luar gedung melalui Perpustakaan Keliling atau Pusling. Layanan ini menjadi salah satu cara Disarpusda untuk menjangkau masyarakat yang belum sempat datang langsung ke gedung Perpustakaan Umum Kota Cimahi.

"Ya, kita sampai dengan hari ini berupaya untuk memunculkan inovasi-inovasi baru. Sekarang sudah mulai dengan adanya Pusling atau perpustakaan keliling," kata Dyah.

Selain fasilitas dan layanan, sejumlah kegiatan juga terus digelar untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar sekaligus tempat masyarakat berkarya. Kegiatan tersebut antara lain workshop, diskusi buku, kegiatan kreatif anak hingga kolaborasi dengan berbagai komunitas.

Dengan pola pelayanan tersebut, Perpustakaan Umum Kota Cimahi tidak lagi hanya diarahkan sebagai tempat untuk membaca maupun meminjam buku. Perpustakaan juga dikembangkan sebagai ruang publik yang dapat digunakan masyarakat untuk belajar, memperoleh pengalaman, berkreasi dan mengikuti berbagai kegiatan edukatif.

Data kunjungan menjadi salah satu gambaran dari proses tersebut. Setelah berada di angka 9.428 kunjungan pada 2024, jumlahnya turun menjadi 6.145 kunjungan pada 2025. Namun hingga Agustus 2026, angka tersebut kembali bergerak naik dan mencapai 7.824 pengunjung.

Kenaikan tersebut sekaligus menunjukkan tantangan yang dihadapi pengelola perpustakaan setelah perpindahan lokasi bukan hanya soal menyediakan gedung baru, tetapi juga memastikan masyarakat mengetahui, mengenal dan mau kembali memanfaatkan layanan yang tersedia.

Disarpusda Kota Cimahi masih perlu menjaga tren peningkatan tersebut dengan memperkuat sosialisasi, mempertahankan kualitas pelayanan serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan begitu, keberadaan Perpustakaan Umum Kota Cimahi di Jalan Pacinan tidak berhenti sebagai perpindahan alamat layanan, tetapi dapat benar-benar menjadi ruang publik yang hidup dan dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar