Sound Alliance Bandung Meledak! Sarijadi Stones Complex Dobrak dengan Spirit The Rolling Stones

Redaksi
Tambahkan
...
0
Sound Alliance Bandung Meledak! Sarijadi Stones Complex Dobrak dengan Spirit The Rolling Stones

SURAT KABAR, BANDUNG - Dentuman gitar dan musik rock 'n' roll menggema di Badak Singa 6 Communal Space, Coblong, Kota Bandung. Ratusan pecinta The Rolling Stones dari berbagai generasi berkumpul dalam Sound Alliance Bandung, sebuah gelaran musik yang mempertemukan komunitas sekaligus membawa semangat musik lintas genre.

Digagas komunitas Sarijadi Stones Complex (SSC), Sound Alliance Bandung tidak hanya menjadi panggung pertunjukan musik rock. Gelaran ini juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antar penggemar musik dan membuka peluang kolaborasi lintas genre di tengah geliat musik rock Bandung.

Suasana Sound Alliance Sarijadi Stones Complex x Discharmonix United Gigs semakin meriah dengan penampilan sejumlah grup musik rock 'n' roll dan classic rock. Ada The Eksentrics, Beathoven, Brian Rock, hingga Start Me Up DxNdx yang mengisi panggung Sound Alliance Bandung.

Tak berhenti di sana, penampilan Sarijadi Stones Complex atau Stoner's Bandung, Mada, Amylum, dan Magic Baby ikut membuat gelaran musik rock Bandung semakin berwarna. Beragam karakter musik tersebut dipertemukan dalam satu panggung yang tetap membawa energi khas rock.

Digelar dengan dukungan sejumlah media partner dan komunitas lokal, Sound Alliance Bandung berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Meski dikemas secara intim, atmosfer pertunjukan tetap terasa kuat dengan energi musik rock yang menjadi identitas utama acara.

Founder Sarijadi Stones Complex, Maryana atau akrab disapa Ana, menyebut Sound Alliance Bandung sebagai langkah awal untuk menguji konsep kolaborasi lintas genre. Menurutnya, gelaran perdana ini sekaligus menjadi cara melihat respons penonton sebelum konsep tersebut dikembangkan dalam skala lebih besar.

“Ini sebetulnya testing the water, jadi kita akan coba lintas genre dulu. Nanti volume 2 di tahun 2027, kita akan coba yang lebih besar dari ini,” ujar Ana saat diwawancarai Surat Kabar di lokasi.

Rencana pengembangan Sound Alliance 2027 bahkan diarahkan ke ruang terbuka. Jika Sound Alliance Volume 1 digelar secara indoor, SSC ingin membawa gelaran berikutnya ke panggung outdoor dengan kapasitas penonton yang lebih besar.

“Ini yang acara yang kedua. Nanti yang tahun 2027 itu volume 2, kita akan coba nanti outdoor. Penginnya enggak indoor begini, penginnya di stadion,” ungkap Ana.

Bagi Sarijadi Stones Complex, kegiatan musik bukan sesuatu yang baru. Ana mengatakan, perjalanan acara SSC sudah dimulai sejak 2019 di Neon King, Dago. Karena itu, Sound Alliance Bandung menjadi bagian dari proses panjang komunitas dalam mengembangkan kegiatan musik dan memperluas jejaringnya.

Konsep lintas genre dalam Sound Alliance Bandung juga memiliki tujuan khusus. SSC ingin membawa musik The Rolling Stones keluar dari lingkaran penggemarnya dan memperkenalkannya kepada kelompok penikmat musik dengan latar genre berbeda.

“Selama ini Stones itu kan kotaknya sendiri. Kami coba dobrak itu dengan lintas genre. Tujuannya satu, memperkenalkan Stones ke genre yang lain,” kata Ana.

Pada Sound Alliance Volume 1, SSC masih membatasi genre musik yang ditampilkan. Namun, konsep Sound Alliance 2027 diproyeksikan lebih terbuka. Skena underground, termasuk black metal, disebut berpeluang ikut meramaikan gelaran berikutnya.

“2027 kita akan lebih besar lagi. Jadi nanti underground-nya kita juga lebih banyak,” ujarnya.

Bagi Ana, identitas Sarijadi Stones Complex sebagai komunitas penggemar The Rolling Stones bukan alasan untuk menutup diri dari genre lain. Sebaliknya, semangat Sound Alliance Bandung justru dibangun dari gagasan bahwa musik dapat menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas.

“Prinsip orang-orang musik itu kan musik itu universal. Enggak ada orang punk, orang mana, atau kita orang Stones. Semua sama dalam alunan musik walaupun beda genre,” beber Ana.

Gelaran Sound Alliance Bandung juga mendapat dukungan dari para sesepuh SSC. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam rencana Sound Alliance 2027 yang diproyeksikan memiliki skala lebih besar serta melibatkan lebih banyak musisi dari skena underground.

Sesepuh SSC, Ofik Biak, mengatakan perkembangan sebuah acara dapat menjadi tolok ukur perjalanan komunitas. Ia melihat antusiasme penonton dari berbagai daerah sebagai bagian penting dalam perkembangan Sarijadi Stones Complex dan komunitas penggemar The Rolling Stones di Bandung.

Menurut Ofik, Sarijadi Stones Complex merupakan bagian dari Komunitas The Rolling Stones Indonesia. Di Kota Bandung sendiri terdapat sejumlah distrik penggemar Stones, di antaranya Manglayang, Regstoon, BSN, dan SSC.

“Di Bandung penggemar Rolling Stones itu banyak, banyak distrik. Salah satunya Sarijadi Stones Complex,” ujar Ofik.

Ofik berharap musik The Rolling Stones tetap hidup dan terus dinikmati lintas generasi. Menurutnya, kegiatan seperti Sound Alliance Bandung menjadi salah satu cara untuk menjaga musik tersebut tetap dikenal di tengah munculnya berbagai genre baru.

Persaingan di dunia musik saat ini dinilai semakin beragam, termasuk dengan kuatnya popularitas K-Pop di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus alasan bagi komunitas untuk terus mengenalkan musik The Rolling Stones kepada generasi berikutnya.

“Harapan, pertama mah musik Rolling Stones masih ada, masih bisa dinikmati sampai saat ini sampai kapan pun. Jangan sampai musik Rolling Stones itu musnah, hilang,” tuturnya.

Melalui Sound Alliance Bandung, Sarijadi Stones Complex ingin menjaga agar musik The Rolling Stones tidak berhenti pada satu generasi. Setelah gelaran perdana ini, Sound Alliance 2027 ditargetkan hadir dengan konsep outdoor, skala lebih besar, serta ruang yang lebih terbuka bagi berbagai genre musik, termasuk skena underground. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar