Bandara Husein Kembali Normal, Pengusaha Bandung: Ini Bisa Jadi Motor Baru Ekonomi Kota

Redaksi
Tambahkan
...
0
Bandar Udara Husein Sastranegara

SURAT KABAR, BANDUNG - Kembali normalnya operasional penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara menjadi angin segar bagi dunia usaha di Kota Bandung dan Jawa Barat. Akses penerbangan langsung dari pusat kota dinilai dapat memperkuat mobilitas pelaku usaha sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pariwisata, perdagangan, hingga ekonomi kreatif.

Sejumlah rute domestik kini telah kembali dilayani dari Bandara Husein Sastranegara. Garuda Indonesia kembali membuka rute Bandung-Denpasar, sementara Citilink melayani penerbangan dari Bandung menuju Medan, Surabaya, Balikpapan dan Palembang. Super Air Jet juga membuka sejumlah rute, termasuk Medan, Makassar, Batam, Pekanbaru, Pontianak dan Padang. 

Selain itu, konektivitas Bandung dengan Lampung juga kembali terbangun melalui layanan Wings Air yang menghubungkan Husein Sastranegara dengan Bandara Radin Inten II. 

Pengusaha asal Bandung, Billy Martasandy, menilai kembali aktifnya Bandara Husein Sastranegara merupakan momentum penting bagi perekonomian Kota Bandung.

Menurutnya, keberadaan bandara di dalam kota memberikan keuntungan dari sisi efisiensi waktu dan biaya bagi pelaku bisnis maupun wisatawan.

“Bagi dunia usaha, konektivitas itu sangat penting. Ketika Bandung kembali memiliki akses penerbangan langsung dari pusat kota, mobilitas pengusaha, investor, wisatawan maupun pekerja menjadi jauh lebih mudah. Ini bukan sekadar soal penerbangan, tetapi tentang bagaimana perputaran ekonomi bisa menjadi lebih cepat,” ujar Billy, Rabu (2/9/26).

Billy mengatakan, normalnya kembali Bandara Husein juga dapat memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi.

Mulai dari hotel, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, UMKM, jasa perjalanan, hingga industri kreatif berpotensi mendapatkan manfaat dari meningkatnya arus orang yang datang dan pergi dari Bandung.

“Wisatawan yang datang ke Bandung tentu tidak hanya menggunakan pesawat. Mereka akan membutuhkan hotel, transportasi, kuliner, tempat wisata, pusat oleh-oleh dan berbagai layanan lainnya. Artinya ada multiplier effect yang sangat besar,” katanya.

Menurut Billy, Bandung memiliki modal kuat untuk memanfaatkan momentum tersebut. Kota ini memiliki ekosistem ekonomi kreatif, kuliner, fesyen, pendidikan, hingga destinasi wisata yang sudah dikenal luas.

Karena itu, menurut dia, pengoperasian kembali Bandara Husein harus diikuti dengan strategi pemerintah dan pelaku usaha untuk menciptakan paket ekonomi yang terintegrasi.

“Bandara jangan hanya dilihat sebagai tempat pesawat datang dan pergi. Bandara harus menjadi pintu masuk ekonomi Bandung. Ketika orang turun di bandara, bagaimana mereka kemudian diarahkan untuk tinggal lebih lama, berbelanja, menikmati kuliner, mengikuti kegiatan bisnis atau mengunjungi destinasi wisata di Bandung dan Jawa Barat,” ujarnya.

Billy juga melihat potensi besar dari meningkatnya perjalanan bisnis. Dengan semakin banyaknya rute langsung, pengusaha dari berbagai daerah akan memiliki akses yang lebih mudah untuk melakukan pertemuan, menjajaki investasi maupun membangun kerja sama dengan perusahaan di Bandung.

Sebaliknya, pengusaha Bandung juga akan lebih mudah melakukan ekspansi bisnis ke berbagai daerah.

“Konektivitas dua arah ini penting. Jangan hanya berharap wisatawan datang ke Bandung. Pengusaha Bandung juga harus memanfaatkan kemudahan penerbangan untuk membuka pasar di daerah lain,” tutur Billy.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memastikan akses dari dan menuju bandara semakin nyaman, termasuk transportasi publik, shuttle, jalan akses, serta integrasi dengan kawasan ekonomi dan destinasi wisata.

Menurutnya, kualitas pelayanan setelah pesawat mendarat juga akan menentukan pengalaman wisatawan dan pelaku bisnis.

“Bandara sudah kembali hidup, sekarang pekerjaan berikutnya adalah memastikan ekosistem di luarnya ikut hidup. Jangan sampai penerbangannya sudah banyak, tetapi akses transportasi, informasi wisata, parkir, shuttle dan fasilitas pendukung belum siap,” katanya.

Kembalinya aktivitas penerbangan jet komersial di Husein Sastranegara sendiri menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara Bandung. Kementerian Perhubungan menyebut pembukaan kembali rute-rute tersebut diharapkan meningkatkan aksesibilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, kunjungan wisatawan serta sektor UMKM di Jawa Barat. 

Bandara Husein juga telah kembali menyandang status Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung, dengan rencana pengembangan konektivitas internasional menuju sejumlah kota di Malaysia dan Singapura. 

Billy menilai perkembangan tersebut harus dijadikan momentum untuk memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu pusat bisnis, wisata dan ekonomi kreatif nasional.

"Ini momentum yang harus dimanfaatkan bersama. Pemerintah menyiapkan infrastrukturnya, maskapai membuka konektivitasnya, dan dunia usaha harus menangkap peluangnya. Kalau tiga hal ini berjalan bersama, Bandara Husein bisa menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Bandung,” pungkasnya. (DAM)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar