SURAT KABAR – Meningkatnya kasus penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga obesitas menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat.
Menjawab persoalan tersebut, Universitas Bhakti Kencana (UBK) menghadirkan program deteksi dini PTM yang dipadukan dengan edukasi gizi seimbang berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Mandalahaji, Jawa Barat.
Program tersebut dilaksanakan selama 14 hari kerja, mulai 27 Juli hingga 8 Agustus 2026, melalui kolaborasi dosen lintas disiplin dari empat fakultas bersama 27 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan preventif di tingkat desa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
Program bertajuk "Penerapan Iptek Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Edukasi Gizi Seimbang Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik di Desa Mandalahaji" merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Bhakti Kencana.
Selain menjadi bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini juga menjadi wujud tanggung jawab sosial kampus dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan berbasis teknologi.
Pelaksanaan program melibatkan dosen dari empat fakultas di lingkungan Universitas Bhakti Kencana, yakni Fakultas Farmasi, Fakultas Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi pada Tahun Akademik 2025/2026 Semester Genap.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat tersebut diketuai oleh Dr. apt. Yani Mulyani, M.Si. dengan anggota tim terdiri atas Diana Ulfah, S.Kp., M.Kep.; Dr. Apt. Agus Sulaeman, M.Si.; Sumbara, M.Kep.; Bdn. Yanyan Mulyani, SST., MM., M.Keb.; Ira Adiyati Rum, M.Si.; Ira Hasianna Rambe, S.I.Kom., M.I.Kom.; serta Ns. Ahmad Mustopa, S.Kep., M.Kep.
Program ini juga mendapat dukungan mahasiswa perwakilan dari keempat fakultas.
Ketua Pelaksana Program PKM UBK, Dr. apt. Yani Mulyani, M.Si. menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk mendukung deteksi dini penyakit tidak menular sekaligus memberikan edukasi gizi seimbang kepada masyarakat desa.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi respons terhadap tren peningkatan kasus PTM di masyarakat, terutama hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas, yang membutuhkan upaya pencegahan sejak tingkat komunitas.
Sementara itu, narasumber kegiatan Bdn. Yanyan Mulyani, SST., MM., M.Keb. menegaskan bahwa edukasi mengenai penyakit tidak menular harus dilakukan secara berkelanjutan agar jumlah penderita tidak terus bertambah dan perkembangan penyakit dapat dikendalikan.
"PTM perlu dilakukan secara kontinyu untuk memastikan tidak menambah jumlah penderita dan terkendali perkembangan penyakitnya," jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, anggota tim PKM, Diana Ulfah, S.Kp., M.Kep. mengatakan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat sistem promosi kesehatan yang lebih menitikberatkan pada aspek pencegahan.
"Kami tidak hanya menyelenggarakan skrining kesehatan fisik makro bagi warga, tetapi juga memberikan pembekalan langsung kepada para kader Posyandu 'Mitra Sejati' agar mampu melakukan pencatatan data kesehatan berbasis bukti secara mandiri," ujar Diana.
Melalui kegiatan tersebut, sedikitnya 50 warga dewasa dan lanjut usia menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), hingga lingkar pinggang sebagai indikator risiko penyakit tidak menular.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai penerapan pola gizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, sekaligus pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara mandiri.
Untuk mengetahui efektivitas penyuluhan yang diberikan, tim PKM juga melaksanakan pretest dan posttest guna mengukur peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit tidak menular sebelum dan sesudah intervensi edukasi.
Seluruh hasil pemeriksaan kesehatan kemudian diolah melalui sistem tabulasi data yang terstruktur.
Basis data tersebut akan menjadi profil risiko PTM di Desa Mandalahaji dan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan pemerintah desa dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat, program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian masyarakat semata, melainkan berkembang menjadi pilot project desa sehat yang mandiri dan berkelanjutan di Jawa Barat.
Inisiatif Universitas Bhakti Kencana di Desa Mandalahaji juga menunjukkan bahwa penguatan kapasitas kader kesehatan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta peningkatan literasi masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pencegahan penyakit tidak menular yang lebih kuat di tingkat desa. (SAT)


Posting Komentar