![]() |
| Tradisi Terbang Sejak Masyarakat Adat Kampung Dukuh, Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Doc. Surat Kabar) |
SURAT KABAR, GARUT - Masyarakat Adat Kampung Dukuh, Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus menjaga keberadaan seni tradisi Terbang Sejak yang telah diwariskan lintas generasi.
Tradisi ini tidak sekadar menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan nilai spiritual bagi masyarakat setempat.
Dalam sebuah penampilan, seorang pelaku Terbang Sejak melakukan atraksi menggunakan golok sambil membaca ilmu-ilmu Dukuh. Atraksi tersebut diiringi empat orang lainnya menggunakan sejumlah alat musik tradisional.
Terbang Sejak selama ini dikenal sebagai salah satu tradisi masyarakat Kampung Dukuh untuk menyambut tamu yang dihormati. Selain itu, kesenian tersebut juga kerap ditampilkan sebagai hiburan dalam berbagai acara masyarakat, seperti pernikahan dan khitanan.
Khusus dalam acara khitanan, Terbang Sejak dimainkan dengan maksud agar anak yang telah dikhitan tidak mengeluarkan darah.
Terbang Sejak merupakan seni tradisi yang berkembang di Kampung Dukuh, Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.
Keberadaannya telah diwariskan hingga tiga generasi, mulai dari generasi pertama yang dipelopori Aki Iyin, generasi kedua Aki Ahromi, hingga generasi ketiga yang kini diteruskan sekaligus dilestarikan Abah Yayan.
Guru Sekolah Adat Kampung Dukuh Bidang Kesenian dan Tradisi, Yayan Hermawan, menjelaskan Terbang Sejak telah hidup dan berkembang di Kampung Dukuh sejak abad ke-17.
Namun, dalam perkembangannya, tradisi tersebut belum banyak mendapat perhatian dari masyarakat di luar Kampung Dukuh.
Tradisi itu pada awalnya hanya berkembang di lingkungan Kampung Dukuh. Terbang Sejak mula-mula digunakan untuk menyampaikan puji-pujian dan doa kepada Yang Maha Kuasa.
Memasuki awal abad ke-19, Terbang Sejak mulai mendapat perhatian dari Aki Sanukri. Ia kemudian mengembangkan tradisi tersebut menjadi seni hiburan rakyat.
“Sejak itu, tradisi Terbang Sejak ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Tidak hanya dikenal oleh masyarakat kampung adat Dukuh, tapi tradisi ini juga dikenal hampir di seluruh wilayah Kabupaten Garut,” terangnya di Kampung Adat Dukuh, Kamis (13/8/2026).
Yayan mengatakan, seni tradisi Terbang Sejak pertama kali diperlihatkan di Kampung Dukuh. Hingga kini, usia kesenian tersebut telah mencapai hampir satu abad lebih.
“Hingga kini, umur seni tradisi Terbang Sejak ini sudah hampir 100 tahun lebih,” ujarnya.
Menurut Yayan, pementasan Terbang Sejak tidak dapat dilakukan sembarangan. Terdapat ritual yang harus dijalankan karena pertunjukan tersebut juga diiringi atraksi menggunakan golok tajam untuk menambah semarak pementasan.
Selain ritual, pementasan Terbang Sejak membutuhkan empat alat musik tradisional, yakni Kempring, Pangais, Bangsring, dan Dogdog Pangrewong. Kesenian tersebut juga tidak dapat dimainkan seorang diri karena membutuhkan sejumlah pemain yang tampil secara berkelompok.
Yayan menilai keberadaan Terbang Sejak merupakan bagian dari warisan budaya yang diturunkan para leluhur masyarakat Kampung Dukuh. Karena itu, pelestarian tradisi tersebut menjadi tanggung jawab generasi yang ada saat ini.
“Kewajiban kami untuk melestarikan tradisi ini agar tradisi ini terus berkembang dan terjaga,” tandas dia.
Keberlangsungan Terbang Sejak menjadi penting di tengah perubahan zaman. Bagi masyarakat Adat Kampung Dukuh, mempertahankan kesenian tersebut bukan hanya soal menjaga sebuah pertunjukan tradisional, melainkan memastikan pengetahuan, nilai spiritual, serta identitas budaya yang diwariskan lintas generasi tidak terputus. (SAT)


Posting Komentar