![]() |
| Dosen, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 6, kader dan masyarakat Desa Lamajang usai mengikuti rangkaian kegiatan. |
SURAT KABAR, KABUPATEN BANDUNG - Edukasi kesehatan tidak harus berlangsung dalam suasana formal. Di RW 06, Kampung Baru, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dosen Universitas Bhakti Kencana (UBK) bersama mahasiswa KKN Tematik Kelompok 6 mengemas edukasi kesehatan menjadi kegiatan yang dekat dengan keseharian warga.
Kegiatan pada 31 Juli 2026 itu diikuti sekitar 50 warga yang terdiri atas kader dan masyarakat umum. Rangkaian kegiatan merupakan bagian dari kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen UBK dengan KKN Tematik 2026 Kelompok 6, dalam semangat GESITA—Gerakan Edukasi Stunting dan Hipertensi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (Life Course Approach) menuju Desa Cerdas, Sehat, dan Sejahtera.
![]() |
| Edukasi DAGUSIBU, Hipertensi, Stunting dan Pojok Herbal |
Topik utama yang dibahas dalam satu rangkaian, yakni DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang obat dengan benar), pencegahan dan pengendalian hipertensi, pencegahan stunting dan Pojok Herbal. Materi diberikan oleh dosen sesuai bidang kepakaran Farmasi, Keperawatan dan Kebidanan, dengan mahasiswa KKN mendampingi pelaksanaan di lapangan.
Dalam sesi DAGUSIBU, warga diajak memahami cara mendapatkan obat dari sumber yang tepat, menggunakannya sesuai aturan, menyimpan dengan benar, serta membuang obat secara tepat.
Edukasi hipertensi menekankan pentingnya mengetahui tekanan darah, menjaga pola makan, membatasi garam, tetap aktif bergerak dan mengenali faktor risiko. Sementara edukasi stunting mengingatkan pentingnya gizi, pola asuh dan pemantauan tumbuh kembang sejak awal kehidupan.
![]() |
| Pojok Herbal sebagai sarana edukasi tanaman obat. |
Lalu pemberdayaan kemudian diteruskan melalui Pojok Herbal. Sebanyak 30 warga terlibat dalam pembentukan sarana edukasi tanaman obat keluarga.
Warga tidak hanya dikenalkan pada potensi tanaman di sekitar lingkungan, tetapi juga diajak melihat proses penataan dan pengolahan bahan alam secara langsung.
Pendampingan dilakukan oleh dua dosen Farmasi, apt. Wempi Budiana, M.Si., dan apt. Deny Puriyani Azhary, M.Si., dengan kompetensi Biologi Farmasi dan Teknologi Farmasi.
Pesan yang ditekankan adalah bahwa pemanfaatan bahan alam tetap membutuhkan pengetahuan yang tepat, mulai dari mengenali bahan, memilih bagian tanaman, menjaga kebersihan, hingga pengolahan dan penyimpanan.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga. Kami mendapat pengetahuan tentang kesehatan sekaligus belajar memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar. Terima kasih kepada mahasiswa KKN UBK dan para dosen yang sudah hadir dan berbagi ilmu dengan masyarakat," kata Nunu Nugraha, S.Pd., Ketua RW 06 Desa Lamajang.
Menurut Ketua Tim PkM, Dr. apt. Deden Indra Dinata, M.Si., kekuatan kegiatan terletak pada pertemuan antara kepakaran dosen, energi mahasiswa dan pengalaman warga. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat pengetahuan yang diberikan tidak berhenti saat kegiatan selesai, tetapi dapat diteruskan melalui kader dan masyarakat.
Kegiatan melibatkan tim dosen UBK yang terdiri atas Dr. apt. Deden Indra Dinata, M.Si.; apt. Deny Puriyani Azhary, M.Si.; apt. Wempi Budiana, M.Si.; Emma Emmawati, M.Si.; Yusuf Buhori Maulana, S.Psi., M.Psi.; Raihany Sholihatul M., Ners., M.Kep.; Yani Marlina, S.Kep., Ners., M.Kep.; Bdn. Sri Lestari Kartikawati, SST., M.Keb.; dan Rizky Prabawa Nugraha, S.K.M., M.KM., bersama mahasiswa KKN Tematik 2026 Kelompok 6.
Dari kegiatan sederhana di lingkungan RW 06, pesan yang dibawa menjadi jelas: menjaga kesehatan dimulai dari pengetahuan, kepedulian dan kebiasaan yang dilakukan bersama.
Ketika dosen, mahasiswa dan warga bergerak dalam satu tujuan, pengabdian tidak hanya menjadi agenda kampus, tetapi dapat tumbuh menjadi gerakan kecil yang memberi manfaat bagi masyarakat.
EDUKASI DILANJUTKAN DENGAN PEMERIKSAAN KESEHATAN
Kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi. Sebanyak 39 peserta mengikuti evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test.
Berdasarkan hasil yang tercatat dalam laporan kegiatan, nilai pengetahuan meningkat dari 72,99 persen pada pre-test menjadi 80,34 persen pada post-test, atau naik 7,35 poin persentase.
Setelah penyuluhan, warga juga mendapat pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula darah. Pemeriksaan tersebut menjadi sarana deteksi dini sekaligus momentum untuk mengingatkan warga agar memantau kesehatan secara berkala dan berkonsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila ditemukan hasil yang memerlukan tindak lanjut.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 6, kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan warga, membantu pemeriksaan, mendampingi edukasi dan menerapkan pengetahuan akademik untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. (SAT)




Posting Komentar