SURAT KABAR, BANDUNG – Hipertensi masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius di tingkat masyarakat.
Kondisi itu tergambar dari hasil skrining awal yang dilakukan tim dosen Universitas Bhakti Kencana (UBK) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di RW 07, Desa Mandalahaji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.
Dari 17 warga yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, sebanyak 13 orang diketahui mengalami hipertensi.
Temuan tersebut menjadi pijakan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Sinergi Deteksi Dini dan Pengendalian Hipertensi melalui Optimalisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Berbasis Pemberdayaan Kader Kesehatan" yang digelar pada Senin (3/8/2026).
Ketua tim pengabdian, Ria Indriani, S.Kep., Ners., M.Kep. mengatakan kegiatan tersebut disusun berdasarkan hasil observasi lapangan mahasiswa KKN Tematik UBK 2026.
Dari hasil pemetaan kondisi kesehatan masyarakat, hipertensi ditemukan dialami oleh warga dari berbagai kelompok usia, terutama usia produktif.
Selain itu, sekitar 80 persen masyarakat di RW 07 diketahui merupakan perokok aktif, yang menjadi salah satu faktor risiko utama hipertensi.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdian melaksanakan dua program yang saling terintegrasi.
Program pertama berupa skrining tekanan darah disertai penyuluhan mengenai faktor risiko, langkah pencegahan, hingga pengendalian hipertensi sebagai tindak lanjut dari program GERDES yang sebelumnya dijalankan mahasiswa KKN.
Program kedua berupa pemberdayaan kader kesehatan melalui edukasi pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai pendekatan nonfarmakologis dalam membantu pengendalian hipertensi, sehingga kader mampu melanjutkan upaya kesehatan secara mandiri di lingkungan RW 07.
"Program ini kami desain berkesinambungan dengan kegiatan KKN mahasiswa yang sudah berjalan, yaitu GERDES dan SIGAR TOGA. Jadi ada rangkaian utuh mulai dari skrining awal, deteksi dini dan edukasi mendalam, sampai pemberdayaan kader untuk keberlanjutan," jelas Ria.
Menurut Ria, hasil skrining yang menunjukkan tingginya angka hipertensi di antara peserta semakin memperkuat pentingnya deteksi dini dan edukasi kesehatan di tingkat masyarakat.
Temuan tersebut juga menjadi indikator bahwa pengendalian faktor risiko hipertensi perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui pemeriksaan kesehatan, tetapi juga lewat peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatannya sendiri.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan sembilan dosen dari berbagai disiplin ilmu, yakni keperawatan, keperawatan anestesiologi, farmasi, kebidanan, serta ilmu komunikasi. Tim tersebut terdiri atas Ria Indriani, Winasih Rachmawati, Dede Nur Aziz Muslim, Siti Nur'aeni, Dewi Nurlaela Sari, Yuyun Sarinengsih, Aiyi Asnawi, Linda Listriyati, dan Widhya Aligita.
Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 11 juga berperan sejak tahap persiapan teknis, pendampingan kegiatan, dokumentasi, hingga menjadi penghubung dalam menjaga keberlanjutan program di masyarakat.
Kegiatan tersebut turut memperoleh dukungan dari Pemerintah Desa Mandalahaji, Ketua RW, serta kader PKK RW 07 yang membantu penyediaan lokasi dan mobilisasi warga.
Semangat gotong royong yang masih terpelihara di lingkungan RW 07 dinilai menjadi modal sosial penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, tim pengabdian menyerahkan leaflet dan poster edukasi mengenai pemanfaatan TOGA yang dapat dimanfaatkan kader kesehatan secara mandiri.
Selain itu, bibit dan lahan TOGA yang telah dikembangkan melalui program SIGAR TOGA akan digunakan sebagai sarana praktik bagi masyarakat dalam mengoptimalkan tanaman obat keluarga.
Tim juga berencana menjalin koordinasi dengan Posyandu setempat agar kegiatan deteksi dini hipertensi dapat terus diintegrasikan ke dalam agenda pelayanan kesehatan rutin di RW 07.
"Harapannya, dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dilatihkan hari ini, kader kesehatan RW 07 bisa terus menjadi penggerak deteksi dini hipertensi dan pemanfaatan TOGA di tengah masyarakat, meskipun program dari kampus sudah selesai," pungkas Ria.
Pada akhir kegiatan, tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Bhakti Kencana atas dukungan hibah internal Periode Genap 2026 yang memungkinkan program tersebut terlaksana.
Dukungan itu diharapkan dapat terus mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang berdampak nyata, berkelanjutan, serta memperkuat upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (SAT)


Posting Komentar