Mahasiswa KKN Universitas Bhakti Kencana Didorong Jadi Motor Perubahan Desa di Jawa Barat

Redaksi
Tambahkan
...
0
Mahasiswa KKN Universitas Bhakti Kencana Didorong Jadi Motor Perubahan Desa di Jawa Barat

SURAT KABAR, BANDUNG - Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (UBK) yang akan menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) didorong tidak hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di desa. 

Melalui program pengabdian kepada masyarakat tersebut, mahasiswa diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan desa, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Madya, Hj. Agustina Rohiani, S.Hut., M.I.L., saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa Universitas Bhakti Kencana, Senin (27/7/2026).

Menurut Agustina, program KKN merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

"Memang mereka (mahasiswa) ini akan datang membantu dan memang diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata ya bagi masyarakat utama untuk kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, mahasiswa KKN akan berinteraksi langsung dengan masyarakat desa. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan karakter masyarakat menjadi bekal penting agar program yang dijalankan dapat diterima dan memberikan manfaat.

Agustina mengatakan, karakter masyarakat desa di Jawa Barat tidak bisa disamaratakan. Wilayah selatan Jawa Barat yang didominasi pegunungan memiliki karakter masyarakat yang cenderung lebih tertutup karena faktor geografis dan lingkungan.

Sebaliknya, masyarakat di wilayah utara Jawa Barat yang merupakan kawasan pesisir dinilai lebih terbuka dengan tingkat interaksi sosial yang lebih tinggi.

"Lebih terbuka, interaksinya juga lebih lebih tinggi. Nah, ini yang memang harus dipelajari oleh adik-adik KKN supaya mereka bisa mudah untuk berinteraksi dan berkenalan dengan masyarakat," bebernya.

Menurutnya, keberhasilan program KKN Universitas Bhakti Kencana sangat bergantung pada kemampuan mahasiswa membangun kepercayaan masyarakat sebelum menjalankan berbagai program kerja.

"Jadi kalau masyarakat sudah percaya bahwa mereka ini datang untuk membawa hal-hal yang positif, kebaikan, insya Allah itu akan diterima dan dibantu," kata Agustina.

Desa Masih Hadapi Tantangan Stunting hingga Anak Putus Sekolah

Meski banyak desa di Jawa Barat telah berkembang, Agustina menilai berbagai persoalan mendasar masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Salah satunya adalah persoalan stunting yang masih membutuhkan perhatian serius agar jumlah kasus tidak bertambah, bahkan diupayakan menuju zero stunting.

Selain itu, isu kesehatan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta kualitas lingkungan juga masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian mahasiswa KKN Universitas Bhakti Kencana selama menjalankan pengabdian.

Tak hanya itu, akses pendidikan juga masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah. Menurutnya, masih ditemukan anak-anak yang putus sekolah maupun tidak melanjutkan pendidikan.

"Nah, kalau mereka memang ada kendala untuk melanjutkan sekolah, ini yang harus kita berikan edukasi bukan hanya anaknya saja, tapi orang tua nya. Budaya yang mungkin anak perempuan tidak boleh sekolah lebih tinggi, ini memang harus kita berikan kesadaran buat masyarakat bahwa pendidikan itu tidak hanya haknya laki-laki," kata Agustina.

Ia menambahkan, persoalan kesetaraan gender dalam pendidikan juga masih menjadi tantangan yang harus diatasi bersama. Menurutnya, berbagai alternatif seperti penyelenggaraan Paket A maupun Paket B dapat menjadi solusi bagi anak-anak yang mengalami putus sekolah.

Potensi Desa Harus Dioptimalkan untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Di sisi lain, Agustina menilai desa-desa di Jawa Barat memiliki potensi ekonomi yang sangat besar apabila mampu dikelola secara optimal.

Sektor pertanian, perikanan, peternakan hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai dapat menjadi penggerak utama perekonomian desa apabila didukung tata kelola yang baik.

"Kemudian potensi di desa itu sangat banyak sekali. Baik dari pertanian, perikanan, peternakan, dan lain-lain. Kalau kita bisa mengelola dengan baik, itu menjadi peluang yang sangat besar kita untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Bagaimana UMKM, kemudian koperasi, apalagi sekarang sudah ada KDMP, BUMDes, dan lain sebagainya, itu merupakan motor, fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah agar perekonomian di desa itu terus berputar," tegasnya.

Menurutnya, seluruh upaya tersebut pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa.

Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Diminta Mengabdi dengan Integritas

Menutup penyampaiannya, Agustina berharap mahasiswa Universitas Bhakti Kencana yang mengikuti KKN mampu menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan.

Ia menegaskan, keberadaan mahasiswa di desa jangan hanya berorientasi menyelesaikan kewajiban akademik ataupun laporan akhir, melainkan benar-benar menghadirkan manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Mereka benar-benar bisa melaksanakan pengabdiannya itu dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, integritas. Jadi tidak hanya sekedar memenuhi kewajiban akademik atau membuat laporan saja, tapi benar programnya itu benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat tentunya, dirasakan banget oleh masyarakat," harapnya.

Agustina juga menekankan bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Sinergi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Bhakti Kencana, dunia usaha, dan media menjadi kunci agar pembangunan di Jawa Barat berjalan lebih optimal.

"Ini harus membantu bagaimana kita bersama-sama membangun masyarakat Jawa Barat," tandasnya. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar