Heroik! Petugas Damkar Cimahi Bertaruh Nyawa Padamkan Kebakaran Pabrik, Satu Anggota Tumbang Akibat Asap

Redaksi
Tambahkan
...
0

Heroik! Petugas Damkar Cimahi Bertaruh Nyawa Padamkan Kebakaran Pabrik

SURAT KABAR, CIMAHI – Aksi heroik ditunjukkan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi saat berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda sebuah pabrik manufaktur di Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Di balik keberhasilan menjinakkan kobaran api, salah seorang petugas Damkar sempat mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal berwarna putih yang berasal dari sisa material bangunan dan barang-barang yang terbakar di dalam pabrik. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Tim medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi yang berada di lokasi bergerak cepat memberikan pertolongan. Petugas yang mengalami gangguan pernapasan langsung mendapat bantuan oksigen hingga kondisinya berangsur pulih. Sementara itu, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses penanganan berlangsung.

Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, membenarkan adanya personel yang terdampak kepulan asap saat proses pemadaman.

"Betul ada petugas agak berat napasnya terkena asap. Petugas PMI memberikan oksigen untuk mempercepat pemulihan," ujar Aep saat dikonfirmasi, Jum'at (17/7/2026).

Aep menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 14.59 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkar Kota Cimahi langsung mengerahkan tiga unit mobil pancar, satu unit rescue, 14 personel Damkar, serta sejumlah relawan untuk melakukan pemadaman, pendinginan, pengecekan lokasi, hingga pendataan.

Berdasarkan hasil keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik setelah blower berhenti beroperasi sehingga uap menumpuk di dalam area produksi. Percikan api kemudian muncul dan dengan cepat menyambar material yang mudah terbakar.

"Pegawai sempat mencoba memadamkan api menggunakan APAR, namun tidak berhasil. Selanjutnya salah seorang pegawai menghubungi Mako Damkar. Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik," kata Aep.

Dari hasil pendataan, luas area pabrik mencapai sekitar 1.400 meter persegi, sedangkan bagian yang terbakar diperkirakan seluas 50 meter persegi.

Akibat kejadian tersebut, total kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta, yang terdiri dari kerusakan bangunan senilai sekitar Rp150 juta dan kerugian barang atau isi pabrik sebesar Rp150 juta.

Meski demikian, upaya cepat petugas Damkar berhasil mencegah api meluas. Nilai aset bangunan yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp500 juta, sementara barang dan isi pabrik yang terselamatkan juga ditaksir senilai Rp500 juta.

Selain itu, sebanyak 20 orang yang berada di lokasi berhasil dievakuasi dan dipastikan selamat dalam insiden kebakaran tersebut. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar