BANDUNG BARAT, SURAT KABAR – Hamparan jagung hibrida yang menghijau di perbukitan Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, kini menjadi simbol tumbuhnya harapan baru bagi masyarakat setempat. Di balik tanaman yang siap memasuki masa panen tersebut, tersimpan kisah perjuangan para petani yang perlahan bangkit dari keterbatasan ekonomi.
Salah satunya dirasakan Ita Sumitra (60). Di bawah terik matahari, perempuan itu tampak tersenyum sembari menggenggam tongkol jagung yang siap dipanen.
Bagi Ita, hasil panen tersebut bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan bukti perubahan hidup yang mulai dirasakan setelah bertahun-tahun bergantung pada pekerjaan serabutan.
Selama ini, Ita harus bekerja apa saja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilannya tidak menentu dan kerap hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
Namun dalam empat bulan terakhir, kondisi itu mulai berubah seiring hadirnya program pemanfaatan lahan tidur yang digagas Polres Cimahi.
Lahan yang sebelumnya ditumbuhi tanaman keras dan kurang produktif kini diubah menjadi areal pertanian jagung yang memberikan peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
"Sebelumnya ya kerja serabutan, apa saja yang penting halal. Jadi sebelum ikut bertani, kami diberi pelatihan dulu. Menanam jagung seperti ini jujur baru pertama kali bagi saya," ungkap Ita, Kamis (11/6/26).
Ita merupakan satu dari puluhan warga Desa Kanangasari yang kini terlibat dalam program ketahanan pangan nasional tersebut. Di balik jutaan batang jagung yang mulai menguning, tersimpan harapan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sektor pertanian.
Polres Cimahi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga mendorong pemberdayaan petani agar mampu mandiri secara ekonomi. Pendampingan dilakukan sejak tahap awal penanaman hingga proses pemasaran hasil panen.
Untuk memastikan hasil panen memiliki nilai ekonomi yang optimal, Polres Cimahi turut memfasilitasi penyerapan jagung oleh Bulog. Hingga Juni 2026, lahan pertanian seluas 334,50 hektare yang dikelola dalam program tersebut telah menghasilkan 377,5 ton jagung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 ton telah diserap Bulog setelah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Selain membuka akses pasar, modernisasi sektor pertanian juga diperkenalkan kepada para petani. Berbagai bantuan diberikan, mulai dari traktor bajak, pupuk NPK hingga bibit unggul jagung hibrida guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja di lapangan.
"Polri hadir untuk berkontribusi langsung pada program strategis pemerintah. Namun yang terpenting, lewat panen raya ini, kita ingin ekonomi petani bergerak naik. Semua bantuan yang kita berikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan mereka," ujar Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Dari target pengembangan lahan seluas 1.700 hektare dengan proyeksi produksi mencapai 2.500 ton jagung, langkah yang telah berjalan saat ini menunjukkan hasil positif.
Transformasi lahan tidur menjadi kawasan pertanian produktif membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dan penguatan sektor pangan dapat berjalan beriringan. Bagi para petani di Cikalongwetan, hamparan jagung yang tumbuh subur kini menjadi tanda bahwa harapan untuk kehidupan yang lebih baik masih terbuka lebar. (SAT)


Posting Komentar