SURAT KABAR - Nyeri lutut sering dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa jadi sinyal awal dari masalah serius pada sendi. Mulai dari cedera saat olahraga sampai penyakit degeneratif, lutut punya cara sendiri untuk “protes” ketika ada sesuatu yang tidak beres. Masalahnya, banyak orang baru sadar ketika rasa sakit sudah mengganggu aktivitas harian.
Salah satu penyebab paling umum adalah osteoartritis atau yang sering dikenal sebagai pengapuran sendi. Dilansir dari laman resmi Halodoc, kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan mulai menipis seiring bertambahnya usia. Akibatnya, lutut terasa kaku, nyeri saat ditekuk, bahkan sakit ketika berdiri setelah duduk lama atau saat jongkok.
Selain itu, ada juga asam urat atau gout yang bisa menyerang secara tiba-tiba. Penumpukan kristal pada sendi membuat lutut terasa nyeri hebat, disertai pembengkakan, kemerahan, dan sensasi panas. Tidak jauh berbeda, pseudogout juga bisa memunculkan gejala serupa meski penyebabnya berbeda.
Buat kamu yang aktif olahraga, cedera ligamen atau meniskus juga jadi risiko yang cukup sering terjadi. Gerakan memutar yang salah, benturan, atau aktivitas intens bisa membuat jaringan penopang lutut robek dan menimbulkan rasa sakit yang cukup tajam. Sementara itu, bursitis dan tendinitis muncul akibat penggunaan sendi secara berulang, misalnya saat sering berlari atau naik turun tangga tanpa jeda istirahat.
Kondisi yang lebih serius adalah infeksi sendi atau septic arthritis. Ini termasuk kondisi darurat medis karena biasanya disertai nyeri hebat, pembengkakan ekstrem, kemerahan, dan demam. Jika sudah sampai tahap ini, penanganan medis tidak boleh ditunda.
Kalau nyeri lutut masih tergolong ringan, ada metode sederhana yang bisa dilakukan di rumah, yaitu R.I.C.E. Rest atau istirahatkan lutut dari aktivitas berat. Ice atau kompres es selama 15–20 menit beberapa kali sehari untuk mengurangi bengkak. Compression dengan perban elastis agar lutut lebih stabil, serta Elevation dengan memposisikan kaki lebih tinggi dari jantung saat berbaring.
Namun, kamu perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika nyeri semakin parah, lutut tidak bisa menopang berat badan, terasa tidak stabil, atau bahkan terkunci saat digerakkan. Begitu juga jika muncul pembengkakan besar, kemerahan, atau disertai demam.
Intinya, nyeri lutut bukan sekadar rasa pegal biasa. Mengenali penyebab sejak awal bisa membantu mencegah kondisi yang lebih serius di kemudian hari. Karena pada akhirnya, menjaga kesehatan sendi berarti menjaga mobilitas dan kualitas hidup tetap aktif tanpa batas. (SAT)


Posting Komentar