Ngaji Sufi Birokrasi
Di dalam diri seorang ASN, tiga sosok sedang berdialog.
Skill berkata:
"Akulah kemampuan. Aku membuat pekerjaan selesai. Aku menguasai regulasi, teknologi, administrasi, dan pelayanan. Tanpaku, pekerjaan hanya menjadi wacana."
Sosio Kultural tersenyum lalu menjawab:
"Benar. Namun kemampuan saja tidak cukup. Aku Reasonable mengajarkan cara memahami manusia. Aku mengajarkan empati kepada sesama asn, masyarakat yang berbeda agama, budaya, usia, dan latar belakang. Tanpaku, pelayanan akan terasa dingin meski pekerjaan selesai."
Manajerial kemudian berbicara:
"Kalian berdua penting. Namun jika tidak ada yang mengarahkan, kemampuan dan empati akan berjalan sendiri-sendiri. Aku mengatur tujuan, strategi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan agar semuanya bergerak menuju hasil yang sama."
Skill lalu bertanya:
"Kalau begitu, siapakah yang paling penting ?"
Sosio Kultural menjawab:
"Ketika masyarakat datang dengan keluhan, mereka tidak hanya membutuhkan orang yang pintar, tetapi juga orang yang mampu memahami."
Manajerial menambahkan:
"Dan mereka membutuhkan solusi yang terorganisir, bukan sekadar simpati."
Skill terdiam sejenak lalu berkata :
"Aku sadar, tanpa kalian, aku hanya menjadi kecerdasan yang bekerja sendiri."
Sosio Kultural berkata :
"Tanpamu, aku hanya menjadi niat baik tanpa kemampuan mewujudkan."
Manajerial mengangguk:
"Dan tanpaku, kita hanya tiga kekuatan yang berjalan tanpa arah."
Lalu ketiganya berdiri berdampingan.
Skill menjadi tangan yang bekerja.
Sosio Kultural menjadi hati yang memahami.
Manajerial menjadi pikiran yang mengarahkan.
Dari dalam jiwa ASN terdengar sebuah bisikan:
"Jangan hanya menjadi pegawai yang terampil."
"Jangan hanya menjadi pegawai yang ramah."
"Jangan hanya menjadi pegawai yang pandai mengatur."
"Jadilah ASN yang menyatukan keterampilan, kemanusiaan, dan kepemimpinan."
Karena pada akhirnya,
Skill membuat ASN mampu bekerja
Sosio Kultural membuat ASN layak dipercaya
Manajerial membuat ASN mampu membawa perubahan.
Dan ketika ketiganya bersatu, lahirlah ASN yang bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menghadirkan manfaat bagi bangsa dan negara.
Penulis:
Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Cimahi, Ketua Pengkajian & Pengembangan MUI Kota Cimahi, Pembina BP4 Kota Cimahi, Budi Ali Hidayat


Posting Komentar