![]() |
| WUJUDKAN KOTA LAYAK ANAK: Sejumlah peserta Forum Anak mengikuti pembinaan untuk memperkuat peran dalam mendukung Kota Layak Anak. (Doc. Surat Kabar) |
SURAT KABAR, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mempercepat langkah untuk mendorong terwujudnya Kota Layak Anak (KLA).
Upaya ini difokuskan pada penciptaan ruang tumbuh yang aman dan ramah bagi generasi muda, terutama remaja, di tengah tantangan sosial yang kian kompleks.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni melalui pembinaan Forum Anak di tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Cimahi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung C Pemkot Cimahi, Sabtu (18/4/2026) itu menjadi wadah untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat peran anak sebagai pelopor dan pelapor di lingkungannya.
Tak sekadar forum pertemuan, agenda ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kepercayaan diri, serta partisipasi aktif anggota Forum Anak dalam mendukung kebijakan Kota Layak Anak di Cimahi.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Cimahi, Neneng Mastoah, mengungkapkan dari total 15 kelurahan di Cimahi, seharusnya seluruhnya telah memiliki Forum Anak. Namun, hingga saat ini masih terdapat beberapa wilayah yang belum membentuk wadah tersebut.
"Nah ini yang salah satunya melalui kegiatan pembinaan, kita memberikan motivasi supaya nanti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan, pertama bisa lebih dapat menarik lagi anak-anak yang mau bergabung di Forum Anak," ujar Neneng saat diwawancarai Surat Kabar di lokasi.
Ia menambahkan, pembentukan Forum Anak di seluruh kelurahan membutuhkan dukungan aktif dari para kepala wilayah setempat agar keberadaannya dapat berjalan optimal.
"Supaya nantinya memberikan dukungan terhadap adik-adik kita yang ada di setiap kelurahan dan kecamatan supaya dapat nantinya terbentuk Forum Anak-nya," bebernya.
Menurut Neneng, penguatan forum anak juga menjadi krusial, mengingat Kota Cimahi sedang mengikuti penilaian Kota Layak Anak Tingkat Provinsi. Berbagai program dan kegiatan yang dijalankan Forum Anak dinilai memiliki kontribusi langsung terhadap pemenuhan indikator KLA.
"Karena banyak sekali tentunya kegiatan-kegiatan, program-program yang harus dilaksanakan oleh Forum Anak yang dapat mendukung untuk mewujudkan Kota Layak Anak tersebut," paparnya.
Dari sisi implementasi di lapangan, Forum Anak diharapkan menjadi motor kegiatan positif bagi anak dan remaja, sekaligus sarana pemenuhan hak-hak anak sesuai konvensi internasional. Edukasi dan inspirasi menjadi fokus utama, terutama dalam menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi.
"Di mana sekarang ini kan banyak sekali korban kekerasan yang salah satunya korban kekerasan tindakan bullying, lalu pelecehan juga. Nah ini semuanya dapat di apa diminimalisir, kemudian juga dapat ditangkal dengan adanya Forum Anak ini bisa nantinya anak-anak tersalurkan kepada kegiatan yang sifatnya positif," kata Neneng menjelaskan.
Lebih jauh, Forum Anak juga dipandang sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda agar memiliki mental yang kuat dan rasa percaya diri di tengah derasnya arus perubahan digital.
"Itu relatif rapuh, meski secara tingkat inteligensinya sangat cerdas anak-anak sekarang itu mentalnya yang harus diberikan penguatan," cetusnya.
Dengan penguatan tersebut, Forum Anak diharapkan mampu melahirkan generasi tangguh yang siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus menjadi bagian penting menuju visi Indonesia Emas 2045.
"Ini yang memiliki mental-mental kuat, salah satunya adalah wadahnya melalui Forum Anak yang nantinya akan mereka bergerak pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif," tuturnya.
Sementara itu, Pendamping Forum Anak Cimahi, Aisa Holle, menilai keterlibatan Forum Anak dalam mendorong terwujudnya Kota Layak Anak sudah mulai berjalan, meskipun belum optimal.
Ia menyebut, Forum Anak telah dilibatkan dalam sejumlah agenda strategis seperti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), sosialisasi hak anak, hingga kampanye perlindungan anak.
"Namun, keterlibatannya masih perlu ditingkatkan, bukan hanya sebagai peserta, tapi juga sebagai pemberi masukan yang benar-benar dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Jadi ke depan, peran Forum Anak diharapkan lebih aktif dan strategis, bukan sekadar formalitas," kata Aisa.
Terkait indikator keaktifan dan dampak Forum Anak, Aisa menjelaskan bahwa ukuran utamanya meliputi keberadaan program kerja yang jelas dan berjalan, intensitas kegiatan seperti sosialisasi, kampanye, dan edukasi, serta partisipasi dalam forum resmi.
Selain itu, Forum Anak juga diharapkan mampu menyuarakan aspirasi anak dan menghasilkan dampak nyata di lingkungan, seperti terciptanya sekolah ramah anak dan meningkatnya kegiatan positif bagi anak.
"Komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah atau stakeholder berjalan baik, jadi bukan cuma aktif kegiatan, tapi juga ada dampak yang dirasakan," tukas Aisa. (SAT)


Posting Komentar