Dinkes Cimahi Gelar Deteksi Dini TBC di Kawasan Industri, 200 Pekerja Ikut

Redaksi
Tambahkan
...
0
UPAYA CEGAH TBC: Dinkes Cimahi Sasar Pabrik Lewat Pemeriksaan Gratis (Istimewa)
UPAYA CEGAH TBC: Dinkes Cimahi Sasar Pabrik Lewat Pemeriksaan Gratis (Istimewa)

SURAT KABAR, CIMAHI - Upaya deteksi dini penyakit menular terus diperluas. Dinas Kesehatan Kota Cimahi menggelar skrining Tuberkulosis (TBC) gratis bagi ratusan karyawan di PT Dewa Suratex, Senin (13/4/2026), dengan menyasar langsung lingkungan kerja berisiko tinggi.

Sekitar 200 karyawan mengikuti pemeriksaan yang dirancang menyeluruh, mulai dari tahap administrasi hingga pemeriksaan lanjutan berbasis laboratorium. Program ini menjadi bagian dari strategi mempercepat penemuan kasus TBC di wilayah industri.

Perwakilan Dinas Kesehatan Cimahi, Ade Komalasari, menjelaskan bahwa seluruh peserta menjalani tahapan pemeriksaan secara sistematis.

“Alur pemeriksaan dimulai dari pendaftaran, pengukuran tinggi dan berat badan, cek tekanan darah, hingga pemeriksaan laboratorium. Salah satunya termasuk rontgen untuk deteksi TBC,” ujarnya saat diwawancarai.

Tak hanya menyasar TBC, kegiatan ini juga mencakup layanan tambahan khusus bagi karyawan perempuan yang telah menikah. Mereka mendapatkan akses deteksi dini kanker mulut rahim melalui metode HPV DNA, hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasil pemeriksaan tersebut dijadwalkan dapat diketahui dalam waktu sekitar satu minggu.

Menurut Ade, program pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang didorong langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan memperluas akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Langkah ini juga menjadi pintu masuk untuk menjangkau sektor industri secara lebih luas. Dinas Kesehatan Cimahi menargetkan program serupa dapat diterapkan di seluruh pabrik di Kota Cimahi, dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja untuk memperluas jangkauan.

“Tidak hanya di pabrik, pemeriksaan kesehatan gratis juga dilakukan di puskesmas dan komunitas masyarakat. Namun, kami mulai dari lokasi dengan jumlah sasaran besar seperti kawasan industri,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta diwajibkan mendaftar melalui aplikasi Kementerian Kesehatan yang terintegrasi dengan data kependudukan. Mereka juga diminta membawa KTP serta memastikan data telah sinkron dengan sistem Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dukcapil.

Kegiatan ini melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Cibeureum serta dukungan laboratorium dari rumah sakit. Jika ditemukan indikasi penyakit, peserta akan langsung dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan, baik ke puskesmas maupun fasilitas layanan kesehatan lainnya, termasuk melalui skema BPJS.

Dari sisi perusahaan, kegiatan ini disambut positif. Perwakilan personalia PT Dewa Suratex, Dede Rohim, menilai program tersebut memberikan manfaat nyata bagi karyawan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Pemkot Cimahi. Kegiatan ini sangat bermanfaat, selain gratis juga membantu deteksi dini penyakit, baik menular maupun tidak menular,” ungkapnya.

Melalui skrining ini, pemerintah berharap kesadaran pekerja terhadap pentingnya kesehatan semakin meningkat. Di sisi lain, langkah ini juga menjadi strategi preventif untuk menekan penyebaran penyakit sekaligus mempercepat penanganan sejak tahap awal. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar