Iklan

Target Pariwisata Bandung Ambisius, Pemkot Diminta Benahi Regulasi dan Perizinan

Posting Komentar
Ilustrasi Destinasi Wisata di Kota Bandung
SURAT KABAR, BANDUNG - Target pertumbuhan sektor pariwisata Kota Bandung sebesar 20 persen yang dicanangkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendapat perhatian dari kalangan pelaku usaha. Target tersebut dinilai berpotensi mendorong ekonomi daerah, namun pemerintah juga diminta memastikan iklim usaha yang kondusif bagi industri pariwisata.

Pengusaha sekaligus pengamat kebijakan publik, Billy Martasandy, menilai ambisi peningkatan sektor pariwisata harus dibarengi dengan kebijakan yang mampu mendukung keberlangsungan usaha.

Menurut Billy, sektor pariwisata memang memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian Kota Bandung. Namun, pemerintah daerah dinilai tidak cukup hanya menetapkan target pertumbuhan tanpa memastikan ekosistem usaha yang sehat bagi para pelaku industri.

"Pertumbuhan pariwisata tentu kita dukung. Tapi Pemkot juga harus serius memikirkan iklim usaha di Kota Bandung. Jangan sampai target pertumbuhan tinggi, tetapi pelaku usaha justru menghadapi berbagai kendala di lapangan," ujarnya.

Billy menjelaskan, sejumlah persoalan masih kerap dihadapi oleh pelaku usaha di sektor pariwisata. Mulai dari proses perizinan, kepastian regulasi, hingga penataan kawasan wisata yang dinilai belum sepenuhnya optimal.

Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi daya saing Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Billy menilai peran pemerintah sebagai fasilitator dan regulator memang tepat, seperti yang disampaikan oleh Wali Kota Bandung. Namun fungsi tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan yang benar-benar mempermudah aktivitas usaha.

"Kalau pemerintah ingin berada di posisi sebagai fasilitator, maka yang perlu diperkuat adalah kemudahan berusaha. Kepastian aturan, proses perizinan yang cepat, dan kebijakan yang konsisten itu sangat penting," katanya.

Lebih lanjut, Billy menekankan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Faktor lain seperti keberlanjutan usaha, kenyamanan investasi, hingga stabilitas ekonomi lokal juga menjadi indikator penting.

Menurutnya, apabila iklim usaha di Kota Bandung semakin kondusif, target peningkatan kunjungan wisatawan, lama tinggal wisatawan, hingga nilai belanja wisata yang dicanangkan pemerintah akan lebih realistis untuk dicapai.

"Kalau pelaku usaha merasa aman dan didukung, mereka akan berinvestasi, meningkatkan layanan, dan berinovasi. Pada akhirnya wisatawan juga akan merasakan dampaknya. Jadi pertumbuhan pariwisata itu harus dimulai dari ekosistem usaha yang sehat," ucapnya menutup. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar