![]() |
| BERSERAKAN: Ilustrasi Sampah terlihat memenuhi area sekitar Masjid Agung Cimahi setelah salat Idul Fitri. |
SURAT KABAR, CIMAHI - Prediksi lonjakan sampah Cimahi saat Lebaran 2026 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cimahi. Volume sampah diperkirakan meningkat hingga 40 persen dari kondisi normal seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah
Listyarini, menyebutkan bahwa tren kenaikan produksi sampah Cimahi saat Ramadan
2026 sudah mulai terlihat sejak awal bulan puasa. Hal ini ditandai dengan
peningkatan ritase pengangkutan sampah harian yang terus bertambah.
Menurut Chanifah, lonjakan sampah saat Lebaran di Cimahi
bukanlah fenomena baru. Berdasarkan data historis, peningkatan volume sampah
selalu terjadi setiap Ramadan dan mencapai puncaknya menjelang Hari Raya Idul
Fitri.
“Kalau sekarang, saya masih prediksikan itu kurang lebih
hampir sama, 40 persen dari produksi normal jumlahnya. Kalau 40 persen itu
sudah cukup tinggi. Karena kami punya grafik, biasanya kami bisa hanya
ngirimnya itu sekitar 100-an ya, sekarang sudah ke 130-140 ton per hari,” kata
Chanifah pada Rabu (19/3/26).
Secara kuantitatif, produksi sampah Cimahi saat Lebaran
menunjukkan kenaikan signifikan dari rata-rata 100 ton per hari menjadi sekitar
130 hingga 140 ton per hari selama Ramadan. Angka ini memperkuat prediksi bahwa
lonjakan sampah akan mencapai titik tertinggi menjelang Idul Fitri 2026.
DLH Cimahi saat ini masih melakukan pemantauan intensif
terhadap volume sampah harian. Namun, tren peningkatan yang konsisten selama
bulan puasa menjadi indikator kuat bahwa produksi sampah Lebaran Cimahi akan
terus bertambah dalam beberapa pekan ke depan.
“Tapi ini trennya memang di puasa ini meningkat dan ini
pasti akan seperti itu terus sampai ke lebaran begitu angkanya,” ujarnya.
Strategi Pemkot Cimahi Antisipasi Lonjakan Sampah Lebaran
Menghadapi prediksi lonjakan sampah saat Lebaran 2026,
Pemerintah Kota Cimahi telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Upaya ini
diawali dengan rapat koordinasi lintas wilayah yang dipimpin oleh Wakil Wali
Kota Cimahi untuk memastikan kesiapan penanganan sampah di lapangan.
Hasil koordinasi tersebut akan diturunkan hingga tingkat
kecamatan melalui fasilitasi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
(Aspemkesra). Langkah ini dilakukan agar penanganan sampah Cimahi saat Lebaran
dapat berjalan secara terstruktur dan efektif.
Optimalisasi satgas sampah kelurahan menjadi salah satu
strategi utama dalam mengendalikan lonjakan sampah. Selain itu, pemerintah juga
mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik di kalangan pedagang pasar
kaget serta masyarakat.
“Optimalisasi satgas sampah kelurahan, pewadahan terpisah
antara organik dan anorganik di pedagang pasar kaget dan warga. Optimalisasi
peran linmas untuk menjaga lingkungan dari pembuangan sampah liar,” jelasnya.
Puncak Lonjakan Sampah Diprediksi Terjadi Saat dan Pasca Lebaran
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menegaskan bahwa
lonjakan sampah tidak hanya terjadi selama Ramadan, tetapi juga saat dan
setelah libur Idul Fitri 2026. Oleh karena itu, strategi penanganan difokuskan
pada periode krusial tersebut.
“Nah ini kita antisipasi melalui Dinas Lingkungan Hidup
(DLH) dan wilayah. Jadi wilayah kita sudah tugaskan bahwa nanti 60 persen
penuntasan masalah lonjakan sampah pasca libur Ramadan nanti ada di wilayah,”
ujar Adhitia.
Pemerintah Kota Cimahi juga telah memetakan potensi
titik-titik timbulan sampah liar yang biasanya muncul saat Lebaran. Sejumlah
Tempat Penampungan Sementara (TPS) disiapkan untuk menampung lonjakan volume
sampah selama periode tersebut.
Selain itu, skenario pembersihan menyeluruh seperti tahun
sebelumnya juga menjadi bagian dari rencana penanganan sampah Lebaran Cimahi.
Langkah ini diharapkan mampu mencegah terjadinya krisis atau darurat sampah.
“Ya tentu harapannya tidak terjadi darurat sampah seperti tahun kemarin pasca Lebaran, tapi kita mempersiapkan rencana A sampai Z nya seperti itu,” tukasnya. (SAT)



.jpeg)

Posting Komentar