SURAT KABAR, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi menggelar Rembuk Stunting 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, didampingi anggota DPRD Kota Cimahi, unsur Forkopimda, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah se-Kota Cimahi, serta narasumber Nyimas Diane Wulansari, Rabu (4/3/2026).
Adhitia menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi, melainkan menyangkut masa depan generasi Kota Cimahi secara menyeluruh.
"Kalau bicara stunting, kita bicara dari gizi sejak dini hingga pola asuh. Tapi juga ini tentang masa depan kota ini. Penanganannya harus terintegrasi dan berkelanjutan," ujarnya.
Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Kota Cimahi menunjukkan tren penurunan. Angka stunting tercatat sebesar 24,5 persen pada 2024 dan kembali menurun pada 2025.
Meski demikian, Adhitia mengakui masih terdapat tantangan serius yang perlu dihadapi, seperti kemiskinan ekstrem dan persoalan sosial lain yang menjadi faktor risiko stunting.
Menurutnya, pendekatan sektoral tidak lagi relevan dalam menangani persoalan stunting. Ia menekankan pentingnya integrasi dan konvergensi data antarwilayah serta lintas perangkat daerah.
"Data tidak bisa lagi berdiri sendiri. Harus konvergen. Cimahi Utara, Tengah, dan Selatan punya karakteristik berbeda. Latar belakang demografi dan sosial masyarakatnya juga berbeda. Maka solusi pun harus spesifik dan tepat sasaran," katanya.
Adhitia menargetkan Kota Cimahi tahun 2026, pemerintah kota cimahi telah menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi sebesar 19,18 persen. Target ini merupakan komitmen pemerintah Kota Cimahi dalam mempercepat penurunan stunting secara bertahap dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian target nasional dalam mewujudkan generasi yang sehat, unggul, dan berdaya saing.
"Ini bukan soal siapa paling banyak bekerja, tapi bagaimana kita menghasilkan musyawarah yang konkret dan aksi nyata. Kolaborasi adalah kunci," tegasnya.
Lebih lanjut, Adhitia menilai Rembuk Stunting 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Cimahi yang sehat dan berkualitas di masa depan.
"Melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, Pemkot Cimahi berharap percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan," tandas Adhitia. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar