Diskominfo Cimahi Perkuat Keamanan Siber, Ancaman Phishing hingga Malware Diantisipasi

Redaksi
Tambahkan
...
0
KEAMANAN SIBER: Ilustrasi petugas Diskominfo Kota Cimahi memantau aktivitas keamanan melalui sistem Security Operations Center (SOC).
KEAMANAN SIBER: Ilustrasi petugas Diskominfo Kota Cimahi memantau aktivitas keamanan melalui sistem Security Operations Center (SOC) (Istimewa)

SURAT KABAR, CIMAHI - Ancaman kejahatan siber menjadi lanskap yang kian tak terhindarkan dalam kehidupan digital masyarakat modern. Di Kota Cimahi, intensitas aktivitas daring yang meningkat beriringan dengan risiko serangan seperti phishing, malware, hingga pencurian data. Pemerintah Kota Cimahi, melalui Diskominfo, mengingatkan publik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital.

Berdasarkan pemantauan melalui Security Operations Center (SOC), Pemerintah Kota Cimahi memastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat insiden siber yang berdampak langsung terhadap sistem pemerintahan. Tidak ditemukan kasus peretasan, phishing sistem, maupun kebocoran data pada layanan publik, sebuah capaian yang menandakan efektivitas sistem pengamanan yang diterapkan. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, mengungkapkan bahwa sejumlah kejadian tetap terjadi pada level individu. Kasus-kasus tersebut umumnya dipicu oleh keterbatasan pemahaman terhadap security awareness, seperti kebiasaan mengklik tautan mencurigakan, penggunaan kata sandi yang lemah, serta kurangnya kewaspadaan terhadap teknik social engineering.

Ia menegaskan bahwa insiden pada tingkat perseorangan tersebut tidak berdampak pada sistem pemerintahan secara keseluruhan. Namun demikian, fenomena ini memperlihatkan bahwa faktor manusia masih menjadi titik paling rentan dalam ekosistem keamanan siber.

Dari sisi teknis, berbagai upaya serangan seperti probing, scanning, hingga brute force terdeteksi secara rutin. Seluruh aktivitas tersebut berhasil diantisipasi melalui sistem keamanan berlapis yang diterapkan oleh Diskominfo Cimahi, termasuk penggunaan Wazuh untuk deteksi anomali, Web Application Firewall (WAF) untuk perlindungan aplikasi, serta pengamanan jaringan dan endpoint berbasis Sophos.

Sebagai langkah antisipatif, Diskominfo Cimahi terus memperkuat edukasi keamanan digital, menerapkan Multi-Factor Authentication (MFA), serta meningkatkan kapasitas deteksi dan respons melalui pengembangan SOC. Selain itu, pengujian keamanan dilakukan secara berkala melalui vulnerability assessment, penetration testing, serta simulasi serangan atau red teaming guna memastikan tidak adanya celah yang dapat dieksploitasi.

Pendekatan strategis juga diterapkan melalui prinsip Zero Trust dan Least Privilege, yang memastikan setiap akses terhadap sistem tervalidasi secara ketat serta dibatasi sesuai kebutuhan. Penguatan kebijakan ini mengacu pada standar internasional ISO 27001:2022 guna menjamin sistem pengamanan berjalan secara terukur dan sistematis.

Dalam praktiknya, Pemerintah Kota Cimahi tidak hanya mengandalkan pendekatan teknis, tetapi juga inovasi. Program seperti PAMOR untuk patroli siber dan edukasi ASN, SIGAP untuk penguatan keamanan aplikasi sejak tahap awal, serta SIMONEL untuk pemantauan Tanda Tangan Elektronik (TTE) secara terpusat menjadi bagian dari strategi komprehensif. 

Ke depan, Ahmad menekankan bahwa strategi keamanan akan terus diperkuat melalui pendekatan risk-based, adaptive security, dan zero trust. Fokus penguatan mencakup tata kelola berbasis ISO 27001, pengembangan teknologi SOC terintegrasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber. 

Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Cimahi memastikan bahwa keamanan tidak sekadar menjadi lapisan tambahan, melainkan bagian inheren dari setiap layanan digital. Kewaspadaan tetap dijaga pada tingkat tinggi, seiring dengan upaya peningkatan kapasitas pertahanan yang adaptif terhadap dinamika ancaman.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Pemkot Cimahi juga menyiapkan tim respons insiden serta menjalin kolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan berbagai pihak terkait. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan sistem pemerintahan digital yang aman, tangguh, dan terpercaya. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar