![]() |
| PIMPIN APEL: Wakil Wali Kota Cimahi memberikan sambutan saat Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Personel Pengamanan Idulfitri 1447 H |
SURAT KABAR, CIMAHI – Menjelang Lebaran 2026 dan libur panjang, penumpukan sampah di Cimahi kembali menjadi sorotan serius. Pemerintah Kota Cimahi mulai memetakan sejumlah titik rawan yang berpotensi mengalami lonjakan sampah pasca Idul Fitri, sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi krisis seperti tahun sebelumnya.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, mengungkapkan
bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi menghadapi potensi sampah pasca
Lebaran di Cimahi. Ia menyebutkan bahwa sejumlah Tempat Pembuangan Sementara
(TPS) telah disiapkan, bahkan skema pembersihan menyeluruh (clean up) seperti
tahun lalu juga masuk dalam rencana.
"Itu antisipasi kita sudah siapkan beberapa TPS, apakah
nanti sampai skemanya kita clean up seperti tahun kemarin," kata Adhitia
saat ditemui di Pemkot Cimahi, Rabu (18/3/26).
Menurutnya, Pemkot Cimahi berharap tidak terjadi darurat
sampah Lebaran seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Namun demikian, berbagai
skenario telah dipersiapkan secara matang untuk mengantisipasi kemungkinan
terburuk.
"Tapi kita mempersiapkan rencana A sampai Z nya seperti
itu," bebernya.
Lebih lanjut, Adhitia menjelaskan bahwa lonjakan sampah
menjelang dan pasca Idul Fitri sudah diprediksi sejak awal. Penanganan akan
melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta pemerintah wilayah, dengan
pembagian tugas yang jelas.
Sebanyak 60 persen penanganan masalah sampah Lebaran di
Cimahi akan difokuskan di tingkat kewilayahan, termasuk kegiatan korve
menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri.
"Jadi, dari DLH, ya nanti juga malam takbir, atau
sebelum malam takbir paginya kita biasa melaksanakan korve untuk persiapan
Shalat Ied," terangnya.
Sementara itu, Kepala DLH Cimahi, Chanifah Listyarini,
mengungkapkan bahwa titik paling rawan pertama dalam penumpukan sampah pasca
Lebaran adalah pasar musiman atau pasar kaget yang aktivitasnya meningkat tajam
menjelang hari raya.
"Jadi penumpukan sampah pertama tentu di pasar-pasar
kaget ini juga menjadi satu warning untuk kita ya pertama," ujarnya.
Selain pasar kaget, area tempat ibadah juga diprediksi
menjadi lokasi rawan timbulan sampah Idul Fitri, terutama setelah pelaksanaan
salat Id dan kegiatan halal bihalal.
"Kemudian yang kedua, tentunya nanti penumpukan sampah
itu di area tempat salat biasanya di alun-alun, di masjid," jelasnya.
DLH Cimahi pun akan kembali mengimbau pengelola masjid untuk
turut aktif dalam pengelolaan sampah, guna menekan volume sampah pasca salat
Idul Fitri.
"Makanya nanti juga kami akan menghimbau kembali kepada
masjid untuk mengolah sampah atau meminimalkan sampah yang ada pascasalat dan
juga pascamungkin halal bihalal, itu yang kita khawatirkan," bebernya.
Tak hanya itu, kawasan permukiman warga juga menjadi
perhatian utama. Chanifah menyebut bahwa volume sampah rumah tangga saat
Lebaran biasanya meningkat signifikan, ditambah dengan aktivitas di titik-titik
pembuangan tertentu.
Beberapa lokasi yang diprediksi mengalami lonjakan antara
lain TPS Santiong, TPS Lebaksaat, dan TPST Utama.
"Kemudian yang ketiga, sampah yang numpuk banyak,
sebetulnya lebih banyak mungkin di rumah-rumah dan di titik-titik tertentu yang
biasa orang membuang sampah, seperti di TPS Santiong, TPS Lebaksaat, dan TPST
Utama," kata Chanifah.
Fenomena lain yang turut disoroti adalah munculnya titik
kumpul sampah informal atau “tikum” di luar TPS resmi, yang kerap menambah
beban pengelolaan sampah di Cimahi.
"Jadi selain di TPS kan ada yang suka untuk titik-titik
kumpul (tikum) itu mereka juga pasti bertambah sampahnya di sana,"
imbuhnya.
Meski Hari Raya identik dengan libur, DLH Cimahi memastikan
bahwa layanan pengangkutan sampah Lebaran tetap berjalan. Aktivitas hanya
dihentikan sementara saat pelaksanaan salat Idul Fitri.
"Kalau untuk pengangkutan, seperti tahun-tahun lalu
paling hanya libur pada waktu Shalat aja, setelah itu tetap jalan,"
tuturnya.
Namun, operasional pengangkutan tetap menyesuaikan dengan
jadwal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
"Itu pun tergantung Sarimukti tutupnya tanggal berapa,
kita ikutin. Kalau Sarimukti buka ya kita tetap ada pelayanan," imbuh
Chanifah.
Ia menambahkan bahwa petugas lapangan telah terbiasa
menjalankan sistem piket saat momen hari besar keagamaan, termasuk Lebaran.
"Dan piket anak-anak sudah biasa melakukan itu,"
jelasnya.
Di sisi lain, DLH Cimahi terus menggencarkan edukasi kepada
masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah dari rumah. Upaya ini dinilai
mampu mengurangi hingga 50 persen beban penumpukan sampah pasca Lebaran.
"Tetap, saya ingin masyarakat tetap mau untuk pilah
sampah dari rumah karena itu cukup membantu menyelesaikan 50 persen
permasalahan tentang sampah penumpukan sampah," tutupnya. (SAT)



.jpeg)

Posting Komentar