Iklan

Kepala SDN Mandiri 1 Leuwigajah Pastikan Ada Solusi soal Tumpukan Material Renovasi

Posting Komentar
Proses penanganan sisa material renovasi yang masih menumpuk di lingkungan SDN Mandiri 1 Leuwigajah

SURAT KABAR, CIMAHI - Proses penanganan sisa material renovasi yang masih menumpuk di lingkungan SDN Mandiri 1 Leuwigajah, Kota Cimahi, mulai menunjukkan perkembangan positif. Dinas Pendidikan setempat disebut tengah mengupayakan percepatan penarikan material yang berstatus aset daerah demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

Kepala SDN Mandiri 1 Leuwigajah, Yanni Febrian, mengungkapkan bahwa komunikasi antara pihak sekolah dan Dinas Pendidikan berjalan cukup baik sejak persoalan tersebut mencuat. 

Ia menyebut, dinas terkait bersikap responsif dan terus berupaya mencari solusi terbaik agar material sisa renovasi segera dipindahkan.

"Alhamdulillah, lancar dan baik. Pihak Dinas juga proaktif dan terus mengupayakan agar penarikan aset bisa secepatnya dilakukan," ujar Yanni saat ditemui Surat Kabar di sekolah, Kamis (15/1/2026).

Yanni menjelaskan, material renovasi tersebut merupakan aset milik daerah sehingga proses pemindahannya tidak dapat dilakukan secara instan. Ada tahapan administrasi dan prosedur resmi yang harus dilalui sebelum material bisa ditarik dari area sekolah.

"Karena ini aset daerah, tidak bisa langsung sekonyong-konyong keluar. Ada proses yang harus ditempuh, dan itu sedang diupayakan untuk disegerakan. Alhamdulillah sudah ada titik terangnya," kata Yanni.

Sebagai langkah antisipasi, apabila proses penarikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, pihak sekolah telah menyiapkan sejumlah opsi relokasi sementara. Salah satunya adalah lahan kosong yang berada tepat di samping area sekolah.

"Kalau misalnya belum, paling direlokasi ke lahan kosong di samping sekolah," ucapnya.

Ia memastikan, lahan tersebut aman karena tidak berpenghuni dan telah mendapatkan izin penggunaan. Selain itu, pihak Kelurahan Leuwigajah juga memberikan dukungan penuh apabila diperlukan lokasi alternatif lain.

"Bu Lurah Leuwigajah juga sudah mempersilakan kalau misalnya mau dipakai di belakang kelurahan," tambahnya.

Terkait koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Yanni menegaskan bahwa sejak awal pihak dinas menunjukkan respons yang cepat. Namun, ia mengakui bahwa proses administrasi memang membutuhkan waktu sebelum keputusan final dapat diambil.

"Responsif dari awal. Cuma memang ada prosedur yang harus ditempuh dan itu yang membutuhkan waktu," ujarnya.

Yanni juga memastikan bahwa selama masa libur sekolah, keberadaan material renovasi tidak berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar maupun keselamatan siswa, karena tidak ada aktivitas di lingkungan sekolah.

"Alhamdulillah kemarin libur kurang lebih tiga minggu, jadi tidak ada aktivitas anak-anak di sini," katanya.

Pihak sekolah berharap, proses penarikan atau relokasi material dapat segera terealisasi sebelum aktivitas belajar kembali normal, sehingga lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman bagi seluruh siswa. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar