Iklan

HIPMI JAYA–HIPMI JABAR Kolaborasi Strategis, Billy Martasandy: Momentum Emas Penguatan Ekonomi Riil

Posting Komentar
Pengusaha asal Bandung, Billy Martasandy
SURAT KABAR, BANDUNG - Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kerja sama strategis antara Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi DKI Jakarta (BPD HIPMI JAYA) dan BPD HIPMI Jawa Barat (BPD HIPMI JABAR) menjadi angin segar bagi dunia usaha lintas wilayah. 

Kolaborasi ini diproyeksikan memiliki potensi nilai kerja sama hingga Rp500 miliar pada tahap awal, dengan fokus pada transaksi bisnis riil dan penciptaan multiplayer effect ekonomi daerah.

Pengusaha asal Bandung, Billy Martasandy, menilai kerja sama ini sebagai langkah konkret yang sangat relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini.

“Ini bukan sekadar seremoni MoU. Yang paling penting adalah bagaimana kolaborasi ini mampu menciptakan transaksi nyata, mempertemukan kebutuhan proyek dengan kapasitas pelaku usaha, serta memperkuat rantai pasok lintas daerah,” ujar Billy.

Menurutnya, sinergi antara pengusaha DKI Jakarta dan Jawa Barat memiliki potensi besar karena kedua wilayah ini merupakan episentrum ekonomi nasional. Jakarta sebagai pusat keuangan dan bisnis, sementara Jawa Barat unggul dalam sektor manufaktur, logistik, dan kawasan industri.

Billy menjelaskan, dengan pemetaan awal terhadap kapasitas usaha peserta, jaringan distribusi, serta potensi proyek, proyeksi net worth hingga Rp500 miliar sangat realistis. Nilai tersebut berasal dari potensi kerja sama di sektor konstruksi, logistik, distribusi, manufaktur, hingga jasa.

“Yang menarik adalah efek turunannya. Ketika proyek konstruksi berjalan, akan ada kebutuhan material, tenaga kerja, distribusi, hingga jasa pendukung lainnya. Inilah yang menciptakan multiplayer effect ekonomi daerah,” tambahnya.

Sebagai pengusaha yang berbasis di Bandung, Billy melihat peluang besar bagi pelaku usaha Jawa Barat untuk memperluas pasar ke Jakarta, sekaligus menarik investasi dan proyek strategis masuk ke daerah-daerah penyangga.

“Kolaborasi ini harus dijadikan momentum untuk naik kelas. Pengusaha daerah tidak hanya menjadi subkontraktor, tetapi juga bisa menjadi pemain utama dalam proyek-proyek strategis lintas wilayah,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar implementasi kerja sama dilakukan secara terukur dan transparan, dengan target capaian transaksi yang jelas dalam jangka pendek maupun menengah.

“Kalau ini konsisten dijalankan, saya optimistis bukan hanya Rp500 miliar yang bisa tercapai. Dalam beberapa tahun ke depan, nilai kerja samanya bisa berlipat ganda,” pungkas Billy.

Kerja sama strategis HIPMI JAYA dan HIPMI JABAR ini diharapkan menjadi model kolaborasi antarwilayah yang berorientasi pada aksi nyata, bukan sekadar wacana, serta mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pengusaha muda daerah. (SAT)

Related Posts

Posting Komentar