SURAT KABAR, CIMAHI – Aksi nekat sebuah angkutan kota trayek Cimahi yang menerobos kemacetan hingga mengambil lajur kendaraan dari arah berlawanan memicu kemarahan pengguna jalan dan berujung viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di Jalan Nanjung, Kota Cimahi, dan memperparah kemacetan yang sudah terjadi di kawasan itu.
Peristiwa ini melibatkan seorang pengemudi mobil pribadi wanita yang meluapkan kekesalannya kepada sopir angkot. Penyebabnya, angkot tersebut dinilai tidak sabar karena mencoba memotong antrean kendaraan dengan melawan arus demi lolos dari kemacetan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, angkot itu akhirnya terjebak di lajur berlawanan karena tidak bisa langsung kembali ke jalur semestinya. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas semakin tersendat.
Kendaraan dari kedua arah terpaksa mengantre rapi, termasuk sebuah mixer truck atau truk molen berukuran besar yang ikut terhenti di lokasi.
Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat pengemudi mobil pribadi meminta sopir angkot untuk mundur dan kembali ke antrean.
Ia menolak memberi jalan karena menilai tindakan pengemudi angkot sebagai bentuk kecerobohan dan ketidaksabaran yang merugikan pengguna jalan lain.
Saat angkot berupaya mundur dan masuk kembali ke barisan, seorang anggota kepolisian yang datang menggunakan sepeda motor langsung menegur pengemudi angkot.
Teguran itu diberikan karena manuver angkot tersebut dinilai menyebabkan kemacetan semakin parah. Setelah berhasil kembali ke lajur dan melanjutkan perjalanan, pengemudi angkot sempat melontarkan umpatan ke arah pengemudi wanita.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terkait legalitas angkot yang terlibat, termasuk izin trayek dan identitas sopirnya.
"Nanti akan kita cek, saya baru dapat informasinya. Apakah di Cimahi atau bukan izin trayeknya dan sopirnya darimana," kata Endang saat dikonfirmasi, Sabtu (17/1/2026).
Endang juga menegaskan pentingnya kepatuhan pengemudi angkot terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama dan kelancaran arus kendaraan.
Ia mengingatkan agar sopir angkot tidak berkendara secara ugal-ugalan, tidak menyerobot antrean saat macet, serta tidak berhenti sembarangan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.
"Ya intinya ikut aturan berkendara, jangan seperti itu. Apalagi kan ada marka jalan yang harus dipatuhi," kata Endang. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar