SURAT KABAR, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi mendorong peningkatan peran, keterampilan, dan kemandirian ekonomi perempuan melalui Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) serta Sekolah Perempuan Jawa Barat 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Cigugur Tengah pada
Senin (11/8/2025) oleh Tim Penggerak PKK Kota Cimahi bekerja sama dengan Dinas
Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta
Keluarga Berencana (DP3AP2KB), dengan melibatkan 100 kepala keluarga binaan
yang seluruhnya adalah perempuan.
Dukungan ini diwujudkan dengan fasilitasi dan koordinasi
aktif agar program berjalan lancar dan berdampak positif bagi masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Cimahi, Midjiati Ningsih, menegaskan
kesiapan pihaknya bersama dinas terkait untuk memastikan P2WKSS berjalan
optimal.
“Kita dari PKK Kota Cimahi dengan dinas terkait ada
persiapan untuk P2WKSS,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kegiatan.
Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, Fitriani Manan, menjelaskan
bahwa pembinaan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan
wawasan perempuan peserta, sehingga dapat menunjang perekonomian keluarga.
“Jadi di sini itu tidak hanya SDM-nya saja, tapi juga
lingkungannya dibuat lebih nyaman. Tidak hanya lingkungan sosialnya, tetapi ada
perbaikan fisik,” jelasnya.
Menurut Fitriani, intervensi fisik yang dilakukan mencakup
perbaikan 10 rumah tidak layak huni (rutilahu), pembangunan jalan setapak
dengan paving block, serta penyediaan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).
“Jadi secara fisik ada terlihat perubahan penataan
lingkungannya, tetapi secara sosialnya juga mereka lebih diberdayakan,”
imbuhnya.
Ia menambahkan, indikator keberhasilan program diukur dari
peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
“Kalau sejahtera mungkin dilihat dari perekonomiannya, kalau
sehat mungkin nanti dilihat dari gizi buruknya berkurang. Kebetulan di sini
tidak ada yang gizi buruk, adanya gizi kurang,” ungkapnya.
Pendanaan program, kata Fitriani, bersumber dari kolaborasi
lintas perangkat daerah sesuai lingkup kegiatan masing-masing.
“Dinas terkait semua ngerempug di sini. Seperti MCK dari
DPKP turun, taman juga DPKP turun, untuk KWT Dispangta juga turun. Jadi bukan
dari satu titik anggarannya, tapi dari berbagai macam dinas,” paparnya.
Meski demikian, ia mengakui adanya kendala terkait
penjadwalan pembinaan karena sebagian peserta bekerja, sehingga diperlukan
penyesuaian waktu.
“Sehingga kami harus benar-benar melihat waktu luang mereka.
Sementara ini, kegiatan ditetapkan pada hari Selasa dan kami menjadi
koordinator intinya,” pungkasnya. (SAT)
0 Komentar