SURAT KABAR, BANDUNG - Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang membayangi dunia usaha, peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat dinilai semakin krusial. Dinamika internal maupun eksternal yang terjadi saat ini disebut sebagai fase penting untuk memperkuat arah organisasi agar tetap relevan dan berdampak langsung bagi pelaku usaha.
Pengusaha asal Bandung, Billy Martasandy, melihat bahwa situasi yang berkembang harus dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus pembenahan.
“Dalam setiap organisasi besar pasti ada dinamika. Tapi yang terpenting adalah bagaimana energi itu diarahkan untuk memperkuat peran Kadin sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” ujar Billy.
Menurutnya, dunia usaha Jawa Barat saat ini menghadapi realitas yang tidak ringan. Ketidakpastian ekonomi global, penyesuaian kebijakan fiskal, serta perubahan pola konsumsi masyarakat menuntut pelaku usaha untuk semakin adaptif. Di sisi lain, persaingan antarwilayah dalam menarik investasi juga semakin kompetitif.
Billy menilai Kadin Jabar memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dan representasi resmi dunia usaha. Karena itu, fokus utama ke depan harus pada penguatan program yang berdampak langsung.
“Pelaku usaha hari ini butuh kepastian, akses pasar, dan jaringan yang konkret. Kadin harus hadir dengan solusi praktis—mulai dari fasilitasi kemitraan, forum investasi, hingga advokasi kebijakan yang berpihak pada iklim usaha sehat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas dan profesionalisme organisasi agar kepercayaan publik dan anggota tetap terjaga. Menurut Billy, stabilitas internal akan berpengaruh langsung terhadap persepsi investor dan mitra bisnis terhadap Jawa Barat.
“Kepercayaan adalah modal utama. Jika organisasi kuat dan solid, maka pelaku usaha juga merasa lebih percaya diri dalam berekspansi,” tegasnya.
Lebih jauh, Billy mendorong agar Kadin Jabar memperkuat sinergi dengan sektor industri unggulan di Jawa Barat seperti manufaktur, konstruksi, pangan, hingga ekonomi kreatif. Dengan pendekatan kolaboratif, ia optimistis Jawa Barat mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jangan sampai kita terjebak pada polemik. Fokus kita harus pada bagaimana menciptakan peluang baru, memperluas lapangan kerja, dan menjaga daya saing daerah,” ujarnya.
Di tengah situasi yang ada, Billy tetap optimistis. Ia percaya bahwa dengan komunikasi terbuka, kepemimpinan yang inklusif, dan orientasi pada aksi nyata, Kadin Jabar dapat keluar dari berbagai tantangan dan justru tampil lebih kuat.
“Setiap tantangan pasti ada hikmahnya. Ini saatnya kita menunjukkan bahwa dunia usaha Jawa Barat solid dan siap melangkah maju,” pungkasnya. (SAT)


Posting Komentar
Posting Komentar