Tidak sekadar seremoni, kampanye ini mengangkat isu nyata tentang kebiasaan makan anak sekolah yang kerap kali terjebak pada makanan berwarna mencolok, tinggi gula, dan berlemak. Isu ini diangkat langsung oleh Maria Fitriana, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cimahi, yang hadir mewakili Wali Kota.
“Jangan sering beli makanan yang warnanya mencolok atau yang terlalu manis dan berminyak. Kita ingin tubuh tetap sehat dan tidak gampang sakit,” tegas Maria saat memberi pesan kepada ratusan siswa dari SDN Cibeber 1 hingga 4 yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Maria juga menekankan pentingnya edukasi sejak dini mengenai konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Ia menyoroti bahwa sekolah bukan hanya tempat pendidikan akademik, tetapi juga tempat pembentukan karakter yang dimulai dari kebiasaan hidup bersih dan sehat.
“Melalui kampanye ini, anak-anak belajar tidak hanya tentang gizi, tetapi juga kebiasaan hidup bersih, gemar makan ikan, dan praktik pertanian sederhana seperti berkebun,” ujarnya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi dan didukung lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Edukasi pertanian pun turut dimasukkan dalam rangkaian kegiatan, melalui pembagian bibit sayuran seperti pakcoy, cabai, dan tomat.
Siswa diajak untuk bercocok tanam dengan media tanam polybag yang akan dirawat di lingkungan sekolah.
Bunda Forikan Kota Cimahi, Midjiati Ningsih Ngatiyana, juga menyoroti pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber gizi utama yang masih belum dibudayakan secara masif di kalangan anak sekolah.
“Ikan adalah sumber protein yang sangat baik untuk tumbuh kembang anak, dan harganya pun terjangkau. Kita harus tanamkan kebiasaan makan ikan sejak dini,” katanya.
Kepala SDN Cibeber 4, sebagai tuan rumah kegiatan, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah atas isu gizi dan karakter anak. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi gerakan masif di seluruh sekolah dasar di Cimahi.
Gerakan Kampanye Sekolah Sehat 2025 di Cimahi bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah kota dalam membangun generasi sehat dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
Program ini menyentuh persoalan mendasar yang kerap diabaikan: bagaimana anak-anak belajar memilih makanan yang sehat, membangun karakter sejak dini, dan berkontribusi pada ketahanan pangan melalui edukasi sederhana yang aplikatif. (SAT)
0 Komentar