SURAT KABAR, CIMAHI – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi menggelar Open House pada Sabtu, 17 Oktober 2026 di Sentra Abiyoso, Jalan. Kerkof No.21, Leuwigajah, Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kegiatan yang diikuti puluhan siswa ini menjadi ajang untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni.
Sejumlah pertunjukan disuguhkan secara bergantian. Para siswa menampilkan tarian daerah, kekompakan lewat paduan suara, kemampuan berbahasa lewat pidato tiga bahasa berantai, serta penampilan emosional melalui puisi yang dipersembahkan untuk orang tua sebagai bentuk apresiasi.
Kegiatan ini juga diisi dengan pertemuan virtual melalui Zoom bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, yang diikuti oleh Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Gus Ipul menyampaikan perkembangan positif program Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Gus Ipul mengatakan para siswa Sekolah Rakyat menunjukkan perubahan yang menggembirakan dibandingkan tahun pertama pelaksanaan program. Perubahan tersebut terlihat dari kedisiplinan, keberanian, hingga meningkatnya kepercayaan diri para siswa.
Menurut dia, lebih dari 44 ribu siswa kini mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian siswa berasal dari keluarga dan lingkungan sosial yang membuat mereka kehilangan kepercayaan diri, bahkan menghadapi situasi kehidupan yang berat.
"Tapi hari ini menunjukkan perubahan, semakin disiplin, berani, dan membanggakan. SR membangun karakter dan menumbuhkan percaya diri," kata Gus Ipul dalam sambutannya melalui Zoom.
Ia menilai perkembangan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari keberadaan Sekolah Rakyat. Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga membangun karakter serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan keyakinan terhadap diri sendiri.
Gus Ipul mengatakan, pelaksanaan Open House Sekolah Rakyat secara serentak di seluruh Indonesia menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung perkembangan para siswa. Ia berharap kepala daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama turut hadir serta memberikan perhatian terhadap keberlangsungan program tersebut.
"Kami memohon doa restu, dukungan, untuk menjaga anak-anak kita siswa-siswa titipan negara untuk kami antisipasi berbagi resiko, karena keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi kepedulian kita semua. Kita lanjut amanat UUD 1945," tutur Gus Ipul.
Ia menegaskan, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Dukungan berbagai pihak diperlukan agar para siswa memperoleh kesempatan belajar, tumbuh, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan Open House ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal lebih dekat pelaksanaan Sekolah Rakyat, termasuk perkembangan karakter dan kepercayaan diri siswa. Dukungan bersama dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program pendidikan tersebut. (SAT)



Posting Komentar