Tumpukan Kayu Dolken Terbakar di Cimahi, Petugas Damkar Kerahkan 13 Personel

Redaksi
Tambahkan
...
0
Tumpukan Kayu Dolken Terbakar di Cimahi, Petugas Damkar Kerahkan 13 Personel

SURAT KABAR, CIMAHITumpukan kayu dolken milik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi terbakar di Jalan Cihanjuang Nomor 41, RT 02/RW 02, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Sabtu (15/8/2026) malam.

Kobaran api yang awalnya terlihat kecil di bagian bawah tumpukan kayu dengan cepat membesar. Kondisi itu membuat upaya pemadaman secara mandiri oleh pegawai tidak mampu mengendalikan api hingga petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 20.33 WIB. Api pertama kali diketahui pegawai yang melihat kobaran di bagian bawah tumpukan kayu.

"Upaya pemadaman sempat dilakukan secara mandiri oleh pegawai. Namun, api dengan cepat membesar hingga membutuhkan penanganan dari petugas pemadam kebakaran," ujar Aep saat dikonfirmasi, Minggu (16/8/2026).

Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 20.38 WIB. Respons cepat dilakukan dengan mengerahkan tiga unit pancar dan satu unit rescue yang tiba di lokasi sekitar pukul 20.43 WIB.

Sebanyak 13 personel kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Material yang terbakar berupa tumpukan kayu dolken dengan ukuran sekitar 3 x 4 meter.

Petugas berjibaku memadamkan api di area kejadian yang memiliki luas sekitar 150 meter persegi. Setelah hampir 40 menit penanganan, kobaran api berhasil dikendalikan dan proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 21.17 WIB.

"Dari total area lokasi kejadian sekitar 150 meter persegi, petugas bergerak cepat melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada pukul 21.17 WIB," tambah Aep.

Setelah memastikan kondisi di sekitar lokasi aman, seluruh personel bersama armada meninggalkan lokasi untuk kembali ke markas pada pukul 21.28 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian terhadap material yang terbakar dengan nilai diperkirakan mencapai Rp12 juta.

Di sisi lain, petugas memperkirakan nilai barang yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp1 miliar.

"Hingga penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam tahap pendataan," tutup Aep.

Peristiwa tersebut kembali menunjukkan potensi bahaya kebakaran pada material yang mudah terbakar. Penanganan sumber api sejak dini menjadi penting, mengingat kobaran yang semula kecil dapat membesar dalam waktu singkat. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar