SURAT KABAR, BANDUNG - Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, yang kembali melayani penerbangan jet rute Bandung–Denpasar dan Denpasar–Bandung mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha.
Pengusaha Kota Bandung, Billy Martasandy, menilai kembali beroperasinya penerbangan komersial dari Bandara Husein Sastranegara menjadi momentum penting bagi perekonomian Bandung dan Jawa Barat.
Menurut Billy, keberadaan penerbangan langsung Bandung–Denpasar memberikan alternatif transportasi yang lebih praktis bagi masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas bisnis dan pariwisata.
"Ini tentu menjadi kabar baik bagi dunia usaha. Ketika akses penerbangan kembali tersedia dari Husein Sastranegara, mobilitas pengusaha, wisatawan, maupun masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien," ujar Billy, Sabtu (15/8/26).
Ia mengatakan konektivitas udara memiliki peran penting dalam menggerakkan sektor ekonomi. Kemudahan akses menuju Bandung dapat berdampak terhadap hotel, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, hingga pelaku usaha kecil dan menengah.
"Efeknya bukan hanya kepada maskapai atau bandara. Ada multiplier effect yang bisa dirasakan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan dan UMKM," katanya.
Billy berharap rute Bandung–Denpasar tidak hanya menjadi layanan penerbangan sesaat, tetapi dapat dipertahankan secara konsisten dan dikembangkan dengan penambahan rute lainnya.
Menurutnya, keberlanjutan operasional menjadi kunci agar reaktivasi Bandara Husein benar-benar memberikan dampak ekonomi jangka panjang.
"Jangan berhenti hanya pada satu rute. Kalau okupansinya bagus dan masyarakat merespons positif, ke depan harus ada pengembangan konektivitas ke kota-kota lain. Ini yang akan membuat Husein semakin strategis," ujarnya.
Billy juga mendorong Pemerintah Kota Bandung, pemerintah daerah di Jawa Barat, pengelola bandara, serta pelaku usaha untuk bersama-sama mengoptimalkan momentum tersebut.
Promosi destinasi wisata, kemudahan akses transportasi dari dan menuju bandara, serta peningkatan kualitas layanan dinilai perlu berjalan beriringan dengan pengembangan penerbangan.
"Bandara itu bukan hanya tempat pesawat datang dan pergi. Bandara adalah pintu masuk ekonomi. Kalau orang lebih mudah datang ke Bandung, maka peluang mereka membelanjakan uangnya di Bandung juga semakin besar," tutur Billy.
Ia berharap reaktivasi Bandara Husein Sastranegara dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Bandung sebagai kota perdagangan, jasa, pariwisata, dan pusat kegiatan ekonomi di Jawa Barat.
"Ini momentum yang harus dimanfaatkan. Dunia usaha membutuhkan konektivitas, dan Bandung membutuhkan akses yang semakin terbuka. Kalau keduanya bertemu, dampaknya tentu bisa sangat positif bagi pertumbuhan ekonomi kota," pungkasnya. (SAT)


Posting Komentar