Wacana Sekolah Maung di Bandung, Pengamat Nilai Perlu Kajian Serius

Redaksi
Tambahkan
...
0
Ilustrasi Wacana Sekolah Maung (Doc. Istimewa)
Ilustrasi Wacana Sekolah Maung (Doc. Istimewa)

SURAT KABAR, BANDUNG - Wacana menghadirkan Sekolah Maung di Kota Bandung mulai menarik perhatian sejumlah kalangan. Gagasan ini dinilai tidak cukup hanya ramai dibicarakan, tetapi perlu dikaji secara matang agar tujuan membentuk karakter dan memperkuat pendidikan benar-benar tercapai.

CEO Martasandy Grup sekaligus Majelis Pakar DKLPT, Billy Martasandy, menilai setiap gagasan pendidikan yang bertujuan membangun kedisiplinan, kepemimpinan, dan karakter generasi muda patut diapresiasi. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa konsep baru di bidang pendidikan tidak bisa dijalankan tanpa perencanaan yang menyeluruh.

Menurut Billy, keberhasilan program pendidikan tidak semata ditentukan oleh nama besar atau pendekatan yang digunakan. Lebih dari itu, keberhasilan juga bergantung pada kesiapan kurikulum, tenaga pendidik, serta indikator capaian yang jelas.

“Setiap inovasi pendidikan tentu perlu diapresiasi. Tetapi implementasinya harus benar-benar dipersiapkan agar manfaatnya dapat dirasakan peserta didik secara optimal,” ujarnya.

Billy menambahkan, Kota Bandung sebagai wilayah perkotaan dengan masyarakat yang beragam memerlukan formula pendidikan yang bisa menjawab tantangan zaman. Penguatan karakter, disiplin, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi, menurut dia, harus berjalan beriringan.

Ia menilai, jika Sekolah Maung diarahkan sebagai ruang pembinaan karakter dan pengembangan potensi generasi muda, maka konsep itu harus dibangun secara inklusif dan tidak berhenti pada aspek simbolik.

“Harus ada tujuan yang jelas. Apa yang ingin dibangun dari peserta didik, bagaimana metodenya, dan seperti apa ukuran keberhasilannya,” katanya.

Billy juga menyoroti sejumlah persyaratan yang disebut menjadi bagian dari skema penerimaan. Di antaranya, jalur prestasi akademik yang mensyaratkan nilai rata-rata rapor semester 1-5 minimal 80 serta melampirkan piagam kejuaraan atau sertifikat pendukung.

Ada pula persyaratan domisili, yakni calon peserta didik wajib telah menetap di kota atau kabupaten di wilayah Jawa Barat minimal satu tahun, yang dibuktikan dengan kesesuaian data pada Kartu Keluarga.

Untuk jalur prestasi nilai rapor, peserta diwajibkan memiliki nilai rata-rata seluruh mata pelajaran minimal 80. Sementara pada jalur CIBI atau Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa, syarat yang diajukan mencakup tingkat kecerdasan minimal IQ 130, kreativitas tinggi, serta komitmen kuat terhadap tugas. Hasil asesmen psikolog yang terdaftar resmi di HIMPSI juga perlu dilampirkan.

Adapun pada jalur afirmasi atau prestasi perlombaan, peserta diminta menyertakan sertifikat pendukung, baik prestasi akademik maupun non-akademik.

Billy menekankan pentingnya melibatkan banyak unsur dalam pembahasan program pendidikan baru. Akademisi, praktisi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat, kata dia, perlu duduk bersama agar kebijakan yang lahir benar-benar sesuai kebutuhan lapangan dan memiliki keberlanjutan.

Ia menambahkan, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan pola belajar generasi muda, perkembangan teknologi digital, hingga kebutuhan mencetak sumber daya manusia yang kompetitif.

Karena itu, setiap kebijakan pendidikan, termasuk wacana Sekolah Maung di Kota Bandung, menurut Billy, perlu disusun lewat kajian mendalam agar tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan memberi dampak nyata bagi kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda di masa depan.

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar