PkM Internasional di Malaysia Edukasi Buruh Migran soal Kesehatan Fisik dan Mental

Redaksi
Tambahkan
...
0
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional (Doc. Istimewa)
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional (Doc. Istimewa)

BANDUNG, SURAT KABAR - Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bertema "Gerakan Buruh Migran Sehat, Edukasi Wellness untuk Kesehatan Fisik dan Mental" digelar di Sanggar Bimbingan Sungai Mulia, Malaysia, sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan pekerja migran Indonesia, khususnya pada aspek fisik dan mental di lingkungan kerja luar negeri.

Program yang dilaksanakan pada 8-11 April 2026 ini untuk menjawab tingginya risiko gangguan kesehatan yang kerap dihadapi buruh migran, mulai dari perubahan gaya hidup, tekanan kerja, hingga terbatasnya akses terhadap informasi kesehatan yang komprehensif.

Kegiatan berlangsung secara terstruktur melalui sejumlah tahapan, dimulai dari pembukaan, pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, hingga edukasi dan demonstrasi interaktif. 

Dalam kegiatan ini, peserta menerima materi tentang sinergi kesehatan kerja dan keselamatan klinis, penyakit menular dan tidak menular, kegawatdaruratan akibat perubahan gaya hidup migran, serta edukasi kesehatan mental melalui peningkatan resilience dan mindset.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional (Doc. Istimewa)

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan reproduksi dan gizi, serta edukasi penggunaan obat yang benar melalui program DaGuSibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar).

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi edukasi interaktif, demonstrasi praktik, ice breaking untuk meningkatkan partisipasi, serta pemanfaatan media leaflet dan alat peraga. Pendekatan tersebut dipilih agar materi lebih mudah dipahami secara praktis dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap peserta terhadap kesehatan fisik dan mental, yang terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test. 

Peserta juga tampak antusias selama kegiatan berlangsung, terutama saat sesi demonstrasi dan intervensi praktis. Dari evaluasi kepuasan, kegiatan ini dinilai bermanfaat, relevan dengan kebutuhan peserta, dan mudah dipahami.

Secara keseluruhan, PkM Internasional ini dinilai berhasil meningkatkan kesadaran dan kemampuan buruh migran dalam menjaga kesehatan fisik dan mental secara mandiri. 

Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi wellness berkelanjutan bagi pekerja migran, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup dan produktivitas mereka di negara penempatan.

Dalam sambutannya, Dr. Ratna Dian Kurniawati, M.Kes menyampaikan bahwa pekerja migran memiliki kontribusi besar bagi keluarga maupun negara, sehingga kesehatan mereka perlu mendapat perhatian serius. 

Menurutnya, tekanan pekerjaan, perubahan lingkungan, serta tantangan sosial yang dihadapi buruh migran dapat berdampak pada kondisi fisik maupun psikologis jika tidak dibarengi dengan edukasi kesehatan yang memadai.

"Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para buruh migran mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik, kesehatan mental, pola hidup sehat, manajemen stres, serta upaya pencegahan penyakit melalui pendekatan wellness secara holistik," ujarnya.

Dr. Ratna Dian Kurniawati, M.Kes juga berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya wellness bagi buruh migran Indonesia. 

"Kami berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari," ujar beliau.

Dengan kondisi kesehatan yang baik, para pekerja migran diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hidup, dan kesejahteraan keluarga mereka. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar