Penduduk Kota Cimahi Tembus 614 Ribu Jiwa di 2026, Pemkot Soroti Solusi Hunian Vertikal

Redaksi
Tambahkan
...
0
Peta Kota Cimahi (Doc. Istimewa)

SURAT KABAR, CIMAHI - Jumlah penduduk Kota Cimahi terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, pada tahun 2026 jumlah penduduk di kota tersebut tercatat mencapai 614 ribu jiwa.

Dengan luas wilayah hanya 42,43 kilometer persegi yang terbagi dalam tiga kecamatan dan 15 kelurahan, Cimahi kini menjadi salah satu kota dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Jawa Barat.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, bahkan menyebut tingkat kepadatan penduduk di Kota Cimahi saat ini sudah setara dengan Kota Jakarta Pusat jika dihitung per kilometer persegi.

Sebagai perbandingan, berdasarkan data BPS, jumlah penduduk Kota Jakarta Pusat pada 2023 mencapai sekitar 1,05 juta jiwa atau tepatnya 1.049.314 jiwa, dengan luas wilayah 48,13 kilometer persegi. Pada 2026, wilayah tersebut diproyeksikan memiliki kepadatan hingga 21.699 jiwa per kilometer persegi.

Sementara itu, Cimahi saat ini telah mencatat kepadatan sekitar 14 ribu jiwa per kilometer persegi.

"Tingkat kepadatan penduduk kita hari ini sudah mencapai 14 ribu jiwa per kilometer persegi. Artinya sama dengan Kota Jakarta Pusat, dengan luasan wilayah yang tentu hanya segitu-segitu saja," kata Adhitia, Rabu (6/5/26)

Menurutnya, penataan kota dan pengentasan persoalan kepadatan penduduk harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Salah satu solusi yang dinilai relevan adalah penerapan konsep hunian vertikal di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki Cimahi.

"Contoh, bagaimana mengenai kawasan residensial. Kita sudah tidak bisa berbicara lagi landed house, tapi harus berbicara ke depan itu arahnya adalah vertical house karena kita tahu Cimahi itu lahannya kan sangat terbatas," kata Adhitia.

Ia menegaskan, persoalan kepadatan penduduk tidak hanya berdampak pada sektor hunian, tetapi juga berpengaruh terhadap masalah sosial, ekonomi, hingga lingkungan hidup.

Karena itu, seluruh persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui kajian yang matang dan kebijakan pembangunan jangka panjang yang terukur.

"Permasalahan mendasar inu juga butuh kajian yang sangat matang. Intinya, kita sudah punya RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dan kita tinggal melakukan penyesuaian RPJPD ini ke depan untuk jauh lebih sesuai lagi, sehingga Cimahi walaupun semakin padat tetap layak untuk warga atau penduduknya," ujar Adhitia.

Selain pembangunan hunian vertikal, Pemkot Cimahi juga menyoroti pentingnya penyesuaian tata ruang sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.

Menurut Adhitia, pemerintah daerah saat ini masih menunggu perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari tingkat provinsi agar penyesuaian tata ruang di daerah dapat segera dilakukan.

"Kami menunggu perubahan tata ruang di provinsi, perubahan RTRW di provinsi, sehingga kita harus bisa lebih melakukan penyesuaian tata ruang," ujar Adhitia menutup. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar