![]() |
| Wali Kota Cimahi, Ngatiyana (Doc. Surat Kabar) |
SURAT KABAR, CIMAHI - Kota Cimahi mengakui pengolahan sampah di wilayahnya, khususnya di TPST Santiong, masih belum optimal. Dalam sehari, volume sampah di kota itu disebut mencapai sekitar 250 ton, sementara kuota pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti kini hanya berkisar 14 hingga 15 truk per hari.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan hal itu seusai menghadiri pembukaan sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan pegawai Pemkot Cimahi di Gedung Aula A, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurut Ngatiyana, pemerintah kota mulai mendorong pengolahan sampah di sejumlah titik dengan berbagai metode. Sejumlah sampah diolah menjadi refuse derived fuel (RDF), kompos, hingga dimanfaatkan untuk budidaya maggot.
“Jadi sangat masih jauh dengan harapan apabila kita hanya ambil, angkut, buang. Tetapi inisiatif dari pemerintah Kota Cimahi sudah memberikan di titik-titik beberapa titik yang mengolah sampah,” ujarnya pada Surat Kabar.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat Cimahi akan menerima sejumlah mesin baru di TPST Santiong. Mesin yang saat ini digunakan disebut tidak lagi bekerja normal karena mengalami gangguan. Pemerintah, kata dia, menargetkan penggantian mesin itu dilakukan pada Juli mendatang.
“Sehingga itu (mesin) perlu diservis, diperbaiki, sehingga bisa dimanfaatkan untuk di tempat yang lain,” ungkapnya.
Ngatiyana menambahkan, kapasitas TPST Santiong nantinya akan meningkat. Jika sebelumnya hanya mampu mengolah sekitar 50 ton sampah per hari, mesin baru diproyeksikan dapat menaikkan daya olah menjadi 85 ton per hari.
“Yang di TPST Santiong, ganti baru yang sekarang rencana itu hanya 50 ton, nanti menjadi 85 ton per hari, itu ada di Santiong. Karena kemarin cek evaluasi percobaan mesin, ternyata perlu penggantian mesin yang baru. Yang lama diperbaiki kemudian dipasang di tempat yang lain,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah kota terus berupaya agar persoalan sampah di Cimahi bisa ditangani sebaik mungkin, meski hasilnya belum sepenuhnya maksimal.
“Jadi ini semuanya kita berupaya agar pengolahan sampah di Cimahi ini bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah masih bisa mengatasi walaupun memang belum maksimal,” tandas Ngatiyana. (REL)


Posting Komentar