![]() |
| Adel Delen Alfila Siswa Berprestasi asal SMKN 3 Cimahi (Doc. Istimewa) |
SURAT KABAR, CIMAHI - Prestasi akademik kembali ditorehkan siswa SMKN 3 Cimahi. Kali ini, sosok siswi bernama Adel Delen Alfila berhasil mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai juara umum bidang akademik di sekolah tersebut. Di balik pencapaiannya, tersimpan kisah perjuangan, kedisiplinan, hingga pesan inspiratif bagi generasi muda yang tengah kehilangan semangat belajar.
Perjalanan Adel selama menempuh pendidikan di SMKN 3 Cimahi bukan tanpa tantangan. Sejak awal masuk sekolah hingga menjelang kelulusan, siswi berusia 18 tahun itu mengaku selalu berusaha memberikan yang terbaik, khususnya untuk kedua orang tuanya.
Baginya, meraih nilai terbaik sudah menjadi impian sejak kecil. Namun, Adel memilih menjalani proses belajar dengan cara yang tidak memaksakan diri. Ia percaya keseimbangan antara belajar dan menikmati waktu santai menjadi kunci agar tetap fokus dan tidak mudah stres.
"Tidak pernah belajar berlebihan, karena aku selalu mampu memilah mana yang sedang perlu di prioritaskan. Sharing dengan teman teman juga sangat mempengaruhi pola fikir dan pengetahuan aku sehingga semakin terbuka,” ujar Adel kepada Surat Kabar, Jum'at (15/5/2026).
Meski dikenal berprestasi, Adel mengaku tetap memiliki tantangan besar selama belajar di sekolah. Salah satunya ketika harus memahami mata pelajaran yang bukan menjadi minatnya.
"Itu sangat menguras energi dan membuat aku harus lebih keras memahami pelajaran tersebut dengan menambah waktu belajar agar bisa faham,” katanya.
Di tengah tuntutan akademik, Adel justru menemukan kebanggaan tersendiri saat mendalami mata pelajaran Public Speaking. Bidang itu disebut paling dekat dengan minat dan cita-citanya di dunia komunikasi.
Menurutnya, apresiasi dari guru mata pelajaran turut menjadi penyemangat terbesar selama menjalani berbagai proyek pembelajaran.
"Sesuai dengan minat bakat aku yang emang ingin mendalami dunia komunikasi, dan apresiasi dari guru mata pelajaran yaitu Ibu Ratih yang selalu membuat aku merasa sangat dihargai atas semua kerja keras dalam mengerjakan project project Public Speaking tersebut,” katanya penuh bangga.
Untuk menjaga konsistensi belajar, Adel memiliki pola pembagian waktu yang cukup disiplin. Ia memilih belajar pada malam hari karena suasananya lebih tenang dan membantu meningkatkan daya ingat. Sementara aktivitas di luar kelas biasanya diselesaikan sejak siang hingga sore hari.
Tak hanya soal akademik, Adel juga menaruh rasa hormat mendalam kepada para guru di SMKN 3 Cimahi. Ia menilai seluruh tenaga pendidik memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter dan pola pikirnya selama sekolah.
Sosok yang paling membekas bagi Adel adalah wali kelasnya, Ibu Ria. Menurutnya, sang wali kelas mengajarkan arti kecerdasan yang harus berjalan beriringan dengan akhlak dan sikap hidup yang baik.
“Yang paling aku kagumi adalah Ibu Ria, Wali Kelas aku. Dia mengajarkan untuk selalu menjadi anak yang cerdas dan berakhlak mulia,” ucapnya.
Selama tiga tahun mendampingi di sekolah, Adel mengaku kagum dengan cara sang wali kelas mendidik tanpa amarah. Dari sana, ia belajar untuk berpikir terbuka dan bersikap netral dalam menghadapi persoalan.
“Dari beliau aku belajar menjadi orang yang netral, tidak memihak salah satu pihak dalam suatu kondisi, berfikir terbuka, dan selalu ingat Allah SWT,” ujar dia.
Selain itu, Adel juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ibu Anti yang disebut banyak memberikan dukungan selama dirinya menjabat sebagai Ketua Kelas.
"bu Anti sangat sering mengingatkan untuk menjadi pemimpin yang adil dan kooperatif selama aku menjabat menjadi Ketua Kelas. Beliau juga lah yang mengajarkan aku banyak sekali ilmu tentang kehidupan yang nyata kelak,” katanya.
Bagi Adel, guru-guru perhotelan di SMKN 3 Cimahi, khususnya Ibu Yunari, sudah seperti keluarga kedua. Didikan disiplin dan penekanan terhadap adab disebut menjadi fondasi penting yang membentuk dirinya hingga berada di titik sekarang.
“Disiplin dan adab lah yang selalu mereka tekankan. Terakhir, seluruh guru SMKN 3 Cimahi memiliki peran penting masing masing yang tidak bisa aku jelaskan satu persatu. Aku juga ucapkan terimakasih banyak untuk semua jasa Bapak dan Ibu Guru SMKN 3 Cimahi,” katanya haru.
Di tengah maraknya rasa minder dan tekanan sosial yang banyak dialami pelajar saat ini, Adel juga menyampaikan pesan khusus bagi anak-anak muda agar tidak mudah kehilangan arah maupun kepercayaan diri.
Ia mengingatkan pentingnya melihat sisi positif kehidupan serta mulai menggali minat dan bakat sejak dini agar masa depan lebih terarah.
“Tidak perlu insecure, tidak perlu minder. Orang lain yang kamu lihat sempurna, pasti ada kekurangan dibalik itu namun dia berhasil menutupi kekurangannya. Dan kalian, juga pasti akan bisa melakukan hal yang sama sesuai passion masing masing tanpa harus mengikuti standar orang lain,” pesannya kepada seluruh pelajar. (SAT)


Posting Komentar