Kunjungan Sherly Tjoanda ke Pedalaman Halmahera Soroti Warga Suku Togutil yang Masih Terisolasi dan Anak-anak Diduga Stunting

Redaksi
Tambahkan
...
0
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda saat Menyambangi Salah Satu Anak Suku Togutil Mengidap Gizi Buruk (Doc: YouTube/GubSherly)
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda saat Menyambangi Salah Satu Anak Suku Togutil Mengidap Gizi Buruk (Doc: YouTube/GubSherly)

SURAT KABAR, MALUKU UTARA - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda baru-baru ini menyusuri hutan pedalaman Pulau Halmahera untuk melihat langsung kehidupan masyarakat Suku Togutil, kelompok adat yang hingga kini masih hidup jauh dari sentuhan peradaban modern. 

Kunjungan itu memperlihatkan potret nyata ketertinggalan layanan dasar di wilayah terpencil, mulai dari tempat tinggal, akses listrik, komunikasi, hingga layanan kesehatan anak.

Di lokasi tersebut, Sherly mendapati warga masih hidup sangat tradisional. Mereka tinggal di rumah-rumah gubuk sederhana beratap rumbai dan belum menikmati aliran listrik. 

Kondisi itu menjadi gambaran bahwa persoalan pemerataan pembangunan di Maluku Utara masih menyisakan pekerjaan besar, terutama bagi masyarakat yang hidup di pedalaman dan sulit dijangkau.

Hambatan lain yang terlihat jelas adalah bahasa. Sebagian besar warga Suku Togutil tidak berbahasa Indonesia dan hanya menggunakan bahasa Tobelo dalam percakapan sehari-hari. 

Situasi ini membuat komunikasi dengan pihak luar menjadi terbatas, termasuk saat pemerintah ingin menyampaikan layanan dasar yang semestinya bisa diakses semua warga negara.

Keprihatinan Sherly semakin kuat ketika berbincang dengan salah satu warga bernama Doko. Dari percakapan itu terungkap bahwa mereka bahkan tidak mengetahui usia anak-anak mereka sendiri, karena tidak adanya pencatatan sipil maupun pemahaman tentang sistem penanggalan. 

Temuan ini menegaskan bahwa persoalan administrasi kependudukan juga belum menjangkau masyarakat adat di pedalaman Halmahera.

Sorotan paling serius datang dari kondisi kesehatan anak-anak di wilayah itu. Saat menyusuri permukiman di tengah hutan, Sherly melihat sejumlah anak yang tubuhnya tampak kurus, tetapi perutnya membuncit. 

Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya kurang gizi kronis atau stunting, masalah yang masih menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak di Indonesia.

Menanggapi kondisi itu, Sherly langsung meminta agar tenaga kesehatan datang secara rutin ke wilayah tersebut untuk melakukan pemeriksaan, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan asupan vitamin dan susu guna mendukung perbaikan gizi mereka.

"Dia ini stunting kayaknya. Nanti diperiksa, ya, kayaknya kurang gizi, deh," ujar Sherly saat mencoba untuk berkomunikasi dengan seorang anak kecil bernama Oagas, dikutip dari YouTube GubSherly pada Rabu (13/5/2026).

"Bawa ke dokter, ya, mau? Nanti bapak ikut bawa (anaknya) ke dokter, biar sehat," kata Sherly.

Di balik keprihatinan itu, kunjungan Sherly juga memperlihatkan sisi hangat seorang pemimpin daerah yang berinteraksi langsung dengan warga dan anak-anak pedalaman. 

"Dokternya ke sini, ya? Bawa dokter (ke wilayah Suku Togutil tinggal) agar diperiksa," sambungnya.

Ia tampak gemas saat melihat anak-anak kecil di lokasi tersebut, sebuah momen yang sekaligus menegaskan bahwa perhatian terhadap masyarakat adat bukan hanya soal administrasi pembangunan, melainkan juga soal kemanusiaan, kesehatan, dan masa depan anak-anak di wilayah terpencil. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar