Terpisah Hampir Dua Dekade, Tangis Pecah Saat Ayah dan Anak Ini Dipertemukan

Redaksi
Tambahkan
...
0
MOMEN MENGHARUKAN: Polsek Cipeundeuy Jadi Saksi Pelukan Ayah dan Anak Usai 18 Tahun Berpisah (Istimewa)
MOMEN MENGHARUKAN: Polsek Cipeundeuy Jadi Saksi Pelukan Ayah dan Anak Usai 18 Tahun Berpisah (Istimewa)

SURAT KABAR, KBB – Sebuah momen penuh haru terjadi di Polsek Cipeundeuy, Polres Cimahi, saat seorang warga asal Lampung akhirnya dipertemukan kembali dengan ayahnya yang telah lama hilang kabar selama 18 tahun.

Peristiwa ini bermula ketika dua anggota kepolisian, Kanit Propam Polsek Cipeundeuy Aipda Wahyu Rukmana bersama KA SPKT Polsek Cipeundeuy Aiptu Sugito Handoyo, membantu proses pencarian hingga mempertemukan kembali keduanya. 

Penantian panjang yang diliputi ketidakpastian dan doa akhirnya terjawab dalam suasana emosional yang tak terbendung.

Tangis haru pecah saat ayah dan anak tersebut dipertemukan. Momen ini menjadi bukti bahwa harapan tak pernah benar-benar hilang, meski waktu telah memisahkan begitu lama.

MOMEN MENGHARUKAN: Polsek Cipeundeuy Jadi Saksi Pelukan Ayah dan Anak Usai 18 Tahun Berpisah (Istimewa)
Kapolsek Cipeundeuy, AKP Suandi, mengatakan keberhasilan tersebut mencerminkan dedikasi dan kepedulian anggota Polri dalam melayani masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum.

“Keberhasilan ini menjadi cerminan nyata dedikasi dan kepedulian Polri,” kata Suandi, Jum'at (3/4/26).

“Bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai jembatan kemanusiaan yang menyatukan kembali ikatan keluarga yang sempat terpisah oleh waktu,” ujarnya.

Menurutnya, peran Aipda Wahyu Rukmana dan Aiptu Sugito Handoyo melampaui tugas formal sebagai aparat. Keduanya menunjukkan empati dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan yang dihadapi warga.

“Mereka telah membuktikan bahwa kepedulian dan empati dapat membuat perbedaan besar dalam hidup seseorang,” tegas  Suandi.

MOMEN MENGHARUKAN: Polsek Cipeundeuy Jadi Saksi Pelukan Ayah dan Anak Usai 18 Tahun Berpisah (Istimewa)

Ia juga menekankan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keluarga sebagai bagian paling berharga dalam kehidupan.

“Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa keluarga adalah hal yang paling berharga dalam hidup. Sang ayah dan anak yang telah terpisah selama 18 tahun, akhirnya dapat bersatu kembali dan menikmati waktu bersama,” tambah Kapolsek.

Lebih lanjut, ia menyebut keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa Polri tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada pelayanan sosial dan kemanusiaan.

“Keberhasilan ini juga membuktikan bahwa Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pelayanan masyarakat dan kepedulian kemanusiaan. Aipda Wahyu Rukmana dan Aiptu Sugito Handoyo telah menjadi contoh nyata dari hal ini,” ujar Suandi.

Reuni tersebut menjadi momen yang tak terlupakan bagi keduanya, setelah hampir dua dekade terpisah tanpa kabar. Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa harapan dan kasih sayang keluarga mampu bertahan melampaui waktu.

“Kisah ini juga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu peduli dengan orang lain dan untuk tidak pernah kehilangan harapan. Karena, seperti yang kita lihat, keajaiban dapat terjadi kapan saja,” tutup Suandi. (SAT)

Baca Juga

Tersalin!

Posting Komentar